Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»DLH Samarinda Dorong Mahasiswa Faperta Unmul Jadi Entrepreneur Lingkungan
    Pemkot Samarinda

    DLH Samarinda Dorong Mahasiswa Faperta Unmul Jadi Entrepreneur Lingkungan

    AbdiBy AbdiFebruari 14, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso menyatakan persoalan sampah di Kota Samarinda kini mulai dipandang dari kacamata yang berbeda. Bukan lagi sekadar limbah yang mengganggu estetika kota, sampah kini diposisikan sebagai aset ekonomi yang menjanjikan.

    Hal ini ditegaskannya saat menghadiri Talkshow Hari Sampah Nasional 2026 yang diinisiasi oleh Bank Sampah Faperta Universitas Mulawarman (Unmul) pada Sabtu, 14 Februari 2026.

    Menurutnya potensi ekonomi dari sektor sampah di Samarinda sangatlah besar, terutama pada kategori sampah organik. Namun, potensi ini memerlukan sentuhan kreativitas dari generasi muda untuk mengubahnya menjadi unit bisnis yang produktif.

    Berdasarkan data yang dipaparkan Suwarso, komposisi sampah di Kota Samarinda didominasi oleh sampah organik yang mencapai angka 60 persen. Jika dikelola dengan tepat, angka ini bukan lagi beban bagi TPA, melainkan bahan baku industri hijau.

    “Saya melihat ada pemikiran di teman-teman mahasiswa Faperta untuk menjadikan ini sebagai ladang entrepreneurship. Mahasiswa bisa menjadi pengusaha pupuk atau pengolah limbah organik yang sukses,” ujar Suwarso.

    Ia menekankan prinsip “Sampahku, Tanggung Jawabku” sebagai pondasi utama. Menurutnya, ketika setiap individu, terutama mahasiswa, sudah mampu mengelola sampahnya sendiri secara mandiri, maka setengah dari persoalan sampah kota sebenarnya sudah terselesaikan.

    Suwarso menyadari bahwa semangat mahasiswa harus dibarengi dengan dukungan infrastruktur. Sebagai langkah awal, ia secara pribadi maupun atas nama pemerintah berkomitmen memberikan bantuan stimulan berupa peralatan pengelolaan sampah skala kecil bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset.

    “Saya mencoba berkontribusi membantu dari sisi peralatan, khususnya ember untuk komposter skala rumah tangga. Ini untuk mendukung uji coba mahasiswa. Jika nanti hasil penelitian mereka terbukti memenuhi standar dan memiliki produktivitas tinggi, kami akan sampaikan ke tingkat Pemerintah Kota atau melalui skema CSR perusahaan untuk pengadaan mesin pengolah pupuk skala besar,” jelasnya.

    Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi dengan perusahaan seperti Komatsu yang telah membantu mesin perancang sampah, sebagai bukti bahwa sektor swasta sangat terbuka untuk mendukung inovasi pengelolaan sampah yang konkret.

    Bagi Suwarso, peran Bank Sampah di lingkungan kampus, khususnya di Faperta Unmul, adalah laboratorium sosial yang sangat krusial.

    Namun, ia mengingatkan agar ilmu tersebut tidak berhenti di gerbang kampus. Mahasiswa harus berani menjadi agen perubahan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

    “Ilmu yang didapat di komunitas Bank Sampah ini harus dibawa pulang ke rumah. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan di lingkungannya. Memang pekerjaan ini terasa capek dan kotor, tapi jangan dilihat fisiknya saja. Ada nilai kemanusiaan, ada nilai kearifan lokal, dan ada nilai amal di dalamnya,” tambahnya.

    Kegiatan Talkshow ini diharapkan tidak menjadi seremoni tahunan belaka. Suwarso berharap ada keberlanjutan dari setiap gagasan yang muncul.

    Ia yakin, keberanian mahasiswa untuk mencoba hal baru dan memerankan diri sebagai solusi adalah kunci agar Samarinda tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dalam pengelolaan limbah.

    “Kami di DLH sangat mengapresiasi inovasi ini. Jika hulu (sumber sampah) sudah bisa kita olah menjadi barang bernilai ekonomi, maka beban di hilir (TPA) akan berkurang drastis. Ini adalah jalan menuju Samarinda yang lebih hijau dan sejahtera,” pungkasnya.

     

    Bank sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DLH Samarinda Mahasiswa Sampah Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Usaha di Kawasan Rawan Bencana Samarinda Bakal Wajib Susun Analisis Risiko

    Agustus 10, 2026

    Samarinda Akhiri Open Dumping, Zona Baru TPA Sambutan Mulai Beroperasi

    Juli 31, 2026

    DLH Samarinda Matangkan 10 Ex Generator, Target Kurangi Beban TPA

    Juli 30, 2026

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    Juli 23, 2026

    Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan, Normalisasi Drainase hingga Edukasi Warga Diperkuat

    Juli 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Ratu ArifanzaAgustus 20, 2026

    Di antara wilayah Kecamatan Muara Komam, Desa Prayon hadir sebagai salah satu desa dengan wilayah…

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026

    Ismail Latisi Soroti Kekurangan Guru di Samarinda, Dorong Pengangkatan ASN

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,287 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.