Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026

    Manfaatkan Akhir Pekan, Ana Rutin Joging Jaga Kebugaran

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Dispendikbud Pasuruan Tambah 17 PKBM Baru, Pendidikan Nonformal Kini Lebih Merata hingga Pelosok Desa
    Pasuruan

    Dispendikbud Pasuruan Tambah 17 PKBM Baru, Pendidikan Nonformal Kini Lebih Merata hingga Pelosok Desa

    Rahmat FGBy Rahmat FGOktober 17, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan — Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah terbaru dilakukan dengan menambah 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) baru. Upaya ini menjadi bagian dari strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memperluas jangkauan pendidikan nonformal hingga ke wilayah pedesaan.

    Kepala Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 26 PKBM aktif yang tersebar di 24 kecamatan. Meski demikian, ia menilai jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Pasuruan.

    “Masih banyak masyarakat di desa yang belum mendapat kesempatan belajar setara pendidikan formal. Karena itu, tahun ini kami menambah 17 PKBM baru agar akses pendidikan bisa dinikmati semua warga,” ujar Tri Krisni, Jumat, 17 Oktober 2025.

    Tri Krisni menambahkan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan daerah. Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memperbaiki indikator rata-rata lama sekolah, yang saat ini masih berada di angka 7,46 tahun, atau setara dengan belum menamatkan jenjang SMP.

    “Bupati menegaskan bahwa IPM Kabupaten Pasuruan harus naik. Salah satu jalannya adalah memperluas PKBM agar masyarakat punya kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu,” tambahnya.

    Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, Aris Prilatama, menyampaikan bahwa seluruh PKBM akan memperoleh Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dari pemerintah. Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah warga belajar (WB) di setiap PKBM.

    “Semakin banyak warga belajar yang aktif, maka semakin besar pula BOP yang diterima. Tapi tentu, semua harus memenuhi persyaratan administrasi yang sudah ditetapkan,” jelas Aris.

    Ia menjabarkan, sejumlah syarat tersebut meliputi kepemilikan izin operasional, pencatatan di Dapodik, pengajuan surat permohonan, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), hingga rekening bank atas nama lembaga.

    Aris juga menegaskan bahwa seluruh peserta didik di PKBM akan mengikuti ujian kesetaraan dan berhak mendapatkan ijazah resmi Kejar Paket A, B, atau C yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    “Ijazahnya sudah resmi dari kementerian, bukan lagi dari dinas,” tegasnya.

    Dengan hadirnya 17 PKBM baru ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan optimistis dapat mempercepat peningkatan IPM serta mewujudkan pemerataan pendidikan bagi masyarakat di setiap pelosok daerah.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    R’syaJuni 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari meminta agar pengembangan perkara yang…

    Manfaatkan Akhir Pekan, Ana Rutin Joging Jaga Kebugaran

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026
    1 2 3 … 3,126 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.