Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah berpacu dengan waktu guna menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Program bantuan seragam sekolah gratis (Gratispol) bagi siswa baru tingkat menengah atas kembali digulirkan. Kali ini, Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen agar penyaluran stimulus pendidikan tersebut bisa dinikmati siswa lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya guna meringankan beban ekonomi orang tua murid.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan, proses pengadaan logistik saat ini sudah berjalan di lapangan. Pihaknya memasang target tinggi agar sebagian bantuan sudah bisa diserahkan langsung begitu hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.
“Tahun ini kita insyaallah 30 persen nanti kita sudah bisa bagi ketika siswa baru masuk. Ini sudah berproses,” ujar Armin saat memberikan keterangan resmi kepada awak media belum lama ini.
Kuota penerima manfaat pada periode ini tidak mengalami fluktuasi signifikan dan masih mengacu pada basis data tahun anggaran sebelumnya.
“Angkanya sama dengan tahun lalu, tidak ada perubahan, berkisar di angka 65.000 siswa,” imbuhnya.
Secara teknis, setiap siswa yang terverifikasi berhak menerima satu paket perlengkapan sekolah siap pakai. Paket lengkap tersebut mencakup seragam nasional putih abu-abu untuk jenjang SMA atau SMK, sepatu sekolah, tas sekolah, hingga atribut pelengkap seperti topi, dasi, sabuk, kerudung dan kaos kaki.
Kebijakan tahun ini juga menegaskan asas pemerataan agar tidak ada ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta. Sasaran utama program dikonsentrasikan bagi seluruh siswa baru Kelas X di 447 sekolah se-Kaltim, yang mencakup SMA, SMK, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara keseluruhan, total logistik yang disiapkan akan menjangkau antara 63.000 hingga 65.000 siswa baru.

