Insitekaltim, Samarinda – Program bantuan pendidikan Gratispol telah menyalurkan bantuan senilai Rp288,5 miliar kepada 63.603 mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, hingga kini Pemerintah Provinsi Kaltim belum dapat memastikan apakah program tersebut benar-benar meningkatkan angka masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Rahmat Ramadhan mengakui pemerintah belum memiliki ukuran yang dapat menunjukkan dampak langsung Gratispol terhadap peningkatan partisipasi pendidikan tinggi.
Disdikbud bahkan belum memiliki data mengenai perubahan pilihan lulusan, khususnya lulusan SMK yang sebelumnya bekerja kemudian memutuskan melanjutkan kuliah setelah adanya program tersebut.
“Memang sampai hari ini kami belum mengukur secara detail. Untuk lulusan-lulusan SMK yang awalnya bekerja kemudian berubah menjadi kuliah sambil bekerja, kami belum ada hitungan pastinya. Tapi insyaallah itu menjadi catatan kami ke depan untuk melakukan pengukuran,” ujar Rahmat, Senin, 27 Juli 2026.
Pengakuan tersebut menunjukkan evaluasi Gratispol sejauh ini masih bertumpu pada jumlah penerima manfaat dan besaran anggaran yang tersalurkan, belum pada capaian hasil atau dampak kebijakan terhadap akses pendidikan tinggi.
Tercatat hingga tahap ketiga, Gratispol telah mengucurkan Rp288,5 miliar kepada 63.603 mahasiswa yang tersebar di 52 perguruan tinggi, terdiri atas tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta. Nilai tersebut masih sebagian dari total pagu anggaran program yang mencapai Rp1,377 triliun.
Rahmat mengatakan penyusunan indikator evaluasi akan menjadi perhatian pemerintah agar efektivitas program dapat diukur secara lebih objektif pada tahun-tahun berikutnya.
“Itu memang menjadi catatan kami ke depan supaya bisa kami ukur,” katanya.
Selain menyiapkan evaluasi, Disdikbud mengaku terus melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan Gratispol kepada sekolah-sekolah di kabupaten dan kota.
“Kami berkeliling ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta untuk menjelaskan bagaimana membuat laporan dan bagaimana penggunaan program tersebut,” ujarnya.

