Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Akui Belum Punya Indikator Ukur Dampak Gratispol
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Akui Belum Punya Indikator Ukur Dampak Gratispol

    AminahBy AminahJuli 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program bantuan pendidikan Gratispol telah menyalurkan bantuan senilai Rp288,5 miliar kepada 63.603 mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, hingga kini Pemerintah Provinsi Kaltim belum dapat memastikan apakah program tersebut benar-benar meningkatkan angka masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Rahmat Ramadhan mengakui pemerintah belum memiliki ukuran yang dapat menunjukkan dampak langsung Gratispol terhadap peningkatan partisipasi pendidikan tinggi.

    Disdikbud bahkan belum memiliki data mengenai perubahan pilihan lulusan, khususnya lulusan SMK yang sebelumnya bekerja kemudian memutuskan melanjutkan kuliah setelah adanya program tersebut.

    “Memang sampai hari ini kami belum mengukur secara detail. Untuk lulusan-lulusan SMK yang awalnya bekerja kemudian berubah menjadi kuliah sambil bekerja, kami belum ada hitungan pastinya. Tapi insyaallah itu menjadi catatan kami ke depan untuk melakukan pengukuran,” ujar Rahmat, Senin, 27 Juli 2026.

    Pengakuan tersebut menunjukkan evaluasi Gratispol sejauh ini masih bertumpu pada jumlah penerima manfaat dan besaran anggaran yang tersalurkan, belum pada capaian hasil atau dampak kebijakan terhadap akses pendidikan tinggi.

    Tercatat hingga tahap ketiga, Gratispol telah mengucurkan Rp288,5 miliar kepada 63.603 mahasiswa yang tersebar di 52 perguruan tinggi, terdiri atas tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta. Nilai tersebut masih sebagian dari total pagu anggaran program yang mencapai Rp1,377 triliun.

    Rahmat mengatakan penyusunan indikator evaluasi akan menjadi perhatian pemerintah agar efektivitas program dapat diukur secara lebih objektif pada tahun-tahun berikutnya.

    “Itu memang menjadi catatan kami ke depan supaya bisa kami ukur,” katanya.

    Selain menyiapkan evaluasi, Disdikbud mengaku terus melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan Gratispol kepada sekolah-sekolah di kabupaten dan kota.

    “Kami berkeliling ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta untuk menjelaskan bagaimana membuat laporan dan bagaimana penggunaan program tersebut,” ujarnya.

     

    Beasiswa Gratispol Disdikbud kaltim Kuliah Program Gratispol Rahmat Ramadhan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026

    Krisis Air Paksa Siswa SMA Sekolah Rakyat Samarinda Tak Lagi Tinggal di Asrama

    September 16, 2026

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Aturan Baru PIP Resmi Berlaku, Sasaran Diperluas hingga Anak Usia TK

    September 14, 2026

    Jadi Sumber Inspirasi Anak, Guru PAUD Dituntut Kreatif

    September 12, 2026

    Polnes Borong 9 Prestasi di KMIPN VIII 2026, Bawa Pulang Empat Gelar Juara I

    September 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    IraSeptember 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan administrasi dan legalitas dokumen pertanahan yang diterbitkan pada era 1990-an kembali mencuat…

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    59 Atlet dari Lima Daerah Ikuti Selekda Padel Kaltim Menuju Kejurnas 2026

    September 16, 2026
    1 2 3 … 3,345 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.