Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi
    Lifestyle

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 20, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana kebersamaan warga Desa Prayon saat berlatih permainan voli di sore hari. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Di antara wilayah Kecamatan Muara Komam, Desa Prayon hadir sebagai salah satu desa dengan wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil. Hanya sekitar 70 kepala keluarga yang tinggal di desa ini, terbagi dalam dua Rukun Tetangga (RT). Namun, keterbatasan jumlah penduduk tersebut justru menghadirkan sesuatu yang menjadi kekuatan tersendiri, yakni kedekatan antarmasyarakat.

    Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antarwarga di Desa Prayon terasa begitu dekat. Dengan jumlah penduduk yang tidak banyak, interaksi dan kebersamaan menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi desa untuk terus mengembangkan berbagai potensinya.

    Salah satunya terlihat dari bidang olahraga. Hampir setiap sore, masyarakat Desa Prayon rutin berlatih bola voli. Aktivitas yang sekilas tampak sederhana itu sebenarnya memiliki arti lebih jauh. Latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai perlombaan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

    Potensi masyarakat juga terlihat dari kehidupan sehari-hari yang dekat dengan sumber pangan lokal. Sayur-mayur menjadi salah satu bagian dari sumber makanan masyarakat. Ditambah dengan kebiasaan berolahraga, kehidupan masyarakat Desa Prayon menunjukkan pola hidup yang cukup aktif.

    Dari sisi ekonomi, kehidupan masyarakat juga terlihat relatif stabil. Tidak banyak terlihat kesenjangan ekonomi yang mencolok dalam keseharian masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran bahwa keterbatasan wilayah dan jumlah penduduk tidak selalu menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang cukup mandiri.

    Namun, tantangan yang cukup terasa berada pada bidang pendidikan. Fasilitas pendidikan di Desa Prayon masih terbatas. Desa ini memiliki pendidikan tingkat TK, sementara sekolah dasar yang tersedia menerapkan sistem SD filial atau yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai SD kunjung. Sekolah induknya berada di desa tetangga, Muara Kuaro. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA, masyarakat harus menuju wilayah kecamatan.

    Meski demikian, hadirnya Universitas Terbuka (UT) memberikan alternatif bagi lulusan SMA di Desa Prayon untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan desa.

    “Banyak anak lulusan SMA akhirnya kuliah melalui UT dan tetap tinggal di desa untuk bekerja, jadi satu dayung dua pulau terlampaui,” ujar Kepala Desa Prayon, Bahrin Aqli, beberapa waktu lalu di Desa Prayon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.

    Potensi kebersamaan itu semakin terlihat setiap perayaan 17 Agustus. Selain lomba yang umum dijumpai seperti makan kerupuk dan memasukkan paku ke dalam botol, masyarakat Prayon mempertahankan permainan seperti egrang, belah rotan, dan kupas kelapa. Ada pula lomba voli buta, yakni permainan bola voli dengan net yang ditutup sehingga pemain tidak dapat melihat arah datangnya bola.

    Di desa yang kecil ini, potensi tidak selalu hadir dalam bentuk sumber daya yang besar. Ia tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan bersama: berlatih setiap sore, menjaga kedekatan antarwarga, mempertahankan permainan tradisional, hingga mencari jalan agar anak-anak desa tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi. Prayon mungkin kecil secara ukuran, tetapi dari kesehariannya, desa ini menunjukkan bahwa keterbatasan dapat menjadi ruang untuk membangun kekuatan bersama.

     

    Artikel Desa Prayon Kabupaten Paser lifestyle
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan

    Agustus 18, 2026

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Ratu ArifanzaAgustus 20, 2026

    Di antara wilayah Kecamatan Muara Komam, Desa Prayon hadir sebagai salah satu desa dengan wilayah…

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026

    Ismail Latisi Soroti Kekurangan Guru di Samarinda, Dorong Pengangkatan ASN

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,287 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.