Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pengecekan dermaga dilakukan setelah TPI Harapan Baru mulai beroperasi.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memeriksa kekuatan fisik dermaga tersebut.
Andi Harun menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengkaji pemanfaatan dermaga di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru, sebagai tempat pendaratan kapal nelayan.
Di sisi lain, kawasan tersebut dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami sudah perintahkan juga kepada Dishub, khususnya di bagian yang menangani tentang kedermagaan untuk mengecek kekuatan fisik jika sekiranya di bagian pelabuhan itu juga di sebelah kirinya kita fungsikan sebagai tempat pendaratan kapal nelayan,” ujarnya usai melakukan tinjauan, Senin, 24 Agustus 2026.
Jika layak digunakan, dermaga itu nantinya hanya difungsikan untuk pendaratan dan pembongkaran hasil tangkapan. Aktivitas penjualan tetap dilakukan di TPI Harapan Baru.
“Cuma tempat bongkar saja, supaya nggak terlalu jauh mengambil dari Selili atau dari tempat lain untuk memasukkan ikan ke TPI Harapan Baru atau ke cold storage kita,” jelasnya.
Andi Harun menyebut, hasil peninjauan awal menunjukkan dermaga tersebut secara kasat mata memungkinkan untuk dimanfaatkan.
Namun, sejumlah pekerjaan tetap diperlukan agar fasilitas itu dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Perbaikan landasan dan pengerukan menjadi bagian yang perlu dilakukan, untuk memenuhi standar kedalaman.
Dishub juga diminta, membuat perencanaan pemanfaatan dermaga dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas yang tersedia.
Menurut Andi Harun, pemanfaatan dermaga untuk aktivitas nelayan merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fasilitas yang sudah dimiliki pemerintah.
Lebih jauh, ia melihat kawasan Harapan Baru, mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai titik pertumbuhan ekonomi di Samarinda.
“Saya melihat bahwa kawasan pelabuhan kita di Harapan Baru itu sebenarnya juga barang mewah,” ucapnya.
Ia menyampaikan, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan. Pengembangan tersebut diarahkan agar, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.
“Pelan-pelan kita akan tata sehingga menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar situ. Biar tersebar, di seberang ada, di Loa Janan Ilir ada, dan di tempat-tempat lain, di wilayah kecamatan lain juga ada,” harapnya
Ia menambahkan, kawasan tersebut juga berpeluang dipadukan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita bisa mixing antara fungsi kepelabuhanan dengan fungsi ekonomi, UMKM, dan lain sebagainya. Tinggal penataannya,” terangnya.
Ia menambahkan, rencana pemanfaatan dermaga sebagai lokasi bongkar hasil tangkapan nelayan tidak hanya diarahkan untuk mendukung operasional TPI Harapan Baru, tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan yang lebih luas untuk membuka aktivitas ekonomi baru.

