Insitekaltim, Samarinda – Upaya mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif dan visioner kembali diperkuat melalui pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP), Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Utama LAN RI, Andi Taufik, yang menegaskan pentingnya komitmen peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang panjang dan menantang. Program ini akan berlangsung hingga 24 September 2026 dengan total beban belajar mencapai 923 jam pelajaran.
Dalam arahannya, Andi Taufik menekankan bahwa kunci keberhasilan dalam mengikuti pelatihan tidak hanya terletak pada disiplin, tetapi juga pada cara peserta menikmati proses belajar. Ia mengutip prinsip sederhana namun kuat, “Learning is most effective when it is fun,” sebagai pengingat bahwa suasana hati yang positif akan berdampak besar pada hasil pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN RI Rahmat, dalam laporannya menyampaikan bahwa PKN II Angkatan X kali ini diikuti oleh 66 peserta, melebihi kapasitas ideal yang biasanya dibatasi pada 60 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh peserta berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni sebanyak 34 orang.
Peserta lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman latar belakang birokrasi. Daerah pengirim meliputi Kabupaten Murung Raya, Kota Samarinda, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Maybrat (Papua Barat Daya), Paser, Tabalong (Kalimantan Selatan), Berau, hingga Mamuju (Sulawesi Barat).
Rahmat juga menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mengusung konsep blended learning, yang memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal. Pendekatan ini diperkuat dengan experiential learning, sehingga peserta tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung, baik secara mandiri maupun di lingkungan kerja.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam sambutannya menyoroti pentingnya kolaborasi antara LAN, khususnya Pusjar SKPP, dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Menurutnya, kebutuhan akan pemimpin strategis semakin mendesak, terutama dengan dinamika pembangunan daerah yang akan semakin kompleks seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menegaskan pemimpin masa kini harus lebih responsif, peka terhadap aspirasi masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi nyata.
“Kepemimpinan birokrasi tidak cukup hanya administratif. Dibutuhkan visi, keberanian, dan kemampuan menggerakkan organisasi,” ujarnya.
Prosesi pembukaan juga ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas oleh seluruh peserta yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia. Komitmen tersebut mencakup kepatuhan terhadap aturan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga sikap dan perilaku selama mengikuti pelatihan.
Dengan dimulainya PKN II Angkatan X ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu membawa perubahan dan mendorong kemajuan organisasi di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

