Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Cegah Radikalisme, Madrasah Diniyah Diberikan Pendidikan Asas Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah
    Daerah

    Cegah Radikalisme, Madrasah Diniyah Diberikan Pendidikan Asas Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah

    MartinusBy MartinusOktober 19, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Kelompok Guru Kerja Madrasah Diniyah Kota Samarinda, menggelar acara pengajian untuk menyambut hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019 mendatang. Acara pengajian dilakukan di Masjid Al-Ma’ruf, Jalan Dr. Soetomo Nomor 17, Kota Samarinda dengan mengusung tema ‘Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia’.

    Acara ini dihadiri oleh Ustadz Muhammad Ju’i selaku Ketua Koordinator Madrasah Diniyah Kota Samarinda, Habib Alwi Baraqbah, dan tamu undangan lainnya.

    “Alhamdulillah pelaksanaan pengajian telah selesai kita lakukan. Tujuan acara ini untuk menyambut hari Santri  Nasional serta mengajak para santri-santri Diniyah Samarinda mengenang dan mengenal sejarah santri terdahulu yang juga belajar ilmu agama serta semangat untuk memperjuangkan negeri ini,” ungkap Ustadz Muhammad Ju’i kepada Insitekaltim.com, Minggu (20/10/2019).

    Ustadz Ju’i mengatakan, bahwa untuk menjadi santri tidak mesti harus belajar di pondok pesantren.

    “Masyarakat luas serta pemerintah selalu menyebut santri adalah pelajar yang ada di pondok pesantren. Sebenarnya tidak mesti begitu, karena kami adalah alumni-alumni yang berasal dari pondok pesantren, kami merantau kemudian menyampaikan dan membagi ilmu yang kami dapat kepada mereka dan itu juga santri namanya, bukan hanya yang mondok di pesantren. Tujuannya untuk mempertahankan akidahnya juga mempertahankan negaranya,” jelasnya.

    Terkait perbedaan paham yang kerap terjadi, Ustadz Ju’i menyampaikan, perlu adanya pembinaan ditingkat Diniyah.

    “Kalau saya pribadi, saat ini sudah banyak perbedaan yang terjadi, kami mengantisipasi generasi berikutnya dengan memberikan pendidikan ditingkat Diniyah. Pendidikan serta kurikulum yang berasaskan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah supaya para santri tidak nyeleweng dan tidak lepas pahamnya dari Baginda Rasullulah,” pungkasnya.

    Ia mengaku, pedoman pendidikan yang diambil berasal dari pondok pesantren yang ada di Jawa dan Madura.

    “Upaya antisipasi yang kami berikan di Kalimantan Timur khususnya di Kota Samarinda berasal dari kedua daerah tersebut, kedepannya anak-anak didik kami mempunyai filter untuk menangkis paham-paham yang nyeleneh seperti radikalisme dan liberalisme,” tuturnya.

    Ia mengklaim, acara hari ini dihadiri oleh perwakilan Diniyah se-Kota Samarinda.

    “Mungkin tidak semuanya hadir dikarenakan sejak subuh tadi hujan jadi banyak yang ketika sudah ditengah perjalanan memilih putar balik,” katanya.

    Ditemui di lokasi yang sama, Habib Alwi Baraqbah juga memberikan pendapatnya untuk menangkal paham radikalisme terutama di wilayah Kaltim.

    “Santri-santri telah kita berikan pemahaman mengenai apa itu radikalisme, serta bagaimana sistemnya. Untuk menangkal itu, kita harus beri wejangan, kita beritahu paham-paham mana yang tidak boleh diikuti. Sehingga mereka paham, dan harus rutin didoktrinkan terus menerus biar mereka juga tidak bingung,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi…

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.