Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Cegah Radikalisme, Madrasah Diniyah Diberikan Pendidikan Asas Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah
    Daerah

    Cegah Radikalisme, Madrasah Diniyah Diberikan Pendidikan Asas Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah

    MartinusBy MartinusOktober 19, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Kelompok Guru Kerja Madrasah Diniyah Kota Samarinda, menggelar acara pengajian untuk menyambut hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019 mendatang. Acara pengajian dilakukan di Masjid Al-Ma’ruf, Jalan Dr. Soetomo Nomor 17, Kota Samarinda dengan mengusung tema ‘Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia’.

    Acara ini dihadiri oleh Ustadz Muhammad Ju’i selaku Ketua Koordinator Madrasah Diniyah Kota Samarinda, Habib Alwi Baraqbah, dan tamu undangan lainnya.

    “Alhamdulillah pelaksanaan pengajian telah selesai kita lakukan. Tujuan acara ini untuk menyambut hari Santri  Nasional serta mengajak para santri-santri Diniyah Samarinda mengenang dan mengenal sejarah santri terdahulu yang juga belajar ilmu agama serta semangat untuk memperjuangkan negeri ini,” ungkap Ustadz Muhammad Ju’i kepada Insitekaltim.com, Minggu (20/10/2019).

    Ustadz Ju’i mengatakan, bahwa untuk menjadi santri tidak mesti harus belajar di pondok pesantren.

    “Masyarakat luas serta pemerintah selalu menyebut santri adalah pelajar yang ada di pondok pesantren. Sebenarnya tidak mesti begitu, karena kami adalah alumni-alumni yang berasal dari pondok pesantren, kami merantau kemudian menyampaikan dan membagi ilmu yang kami dapat kepada mereka dan itu juga santri namanya, bukan hanya yang mondok di pesantren. Tujuannya untuk mempertahankan akidahnya juga mempertahankan negaranya,” jelasnya.

    Terkait perbedaan paham yang kerap terjadi, Ustadz Ju’i menyampaikan, perlu adanya pembinaan ditingkat Diniyah.

    “Kalau saya pribadi, saat ini sudah banyak perbedaan yang terjadi, kami mengantisipasi generasi berikutnya dengan memberikan pendidikan ditingkat Diniyah. Pendidikan serta kurikulum yang berasaskan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah supaya para santri tidak nyeleweng dan tidak lepas pahamnya dari Baginda Rasullulah,” pungkasnya.

    Ia mengaku, pedoman pendidikan yang diambil berasal dari pondok pesantren yang ada di Jawa dan Madura.

    “Upaya antisipasi yang kami berikan di Kalimantan Timur khususnya di Kota Samarinda berasal dari kedua daerah tersebut, kedepannya anak-anak didik kami mempunyai filter untuk menangkis paham-paham yang nyeleneh seperti radikalisme dan liberalisme,” tuturnya.

    Ia mengklaim, acara hari ini dihadiri oleh perwakilan Diniyah se-Kota Samarinda.

    “Mungkin tidak semuanya hadir dikarenakan sejak subuh tadi hujan jadi banyak yang ketika sudah ditengah perjalanan memilih putar balik,” katanya.

    Ditemui di lokasi yang sama, Habib Alwi Baraqbah juga memberikan pendapatnya untuk menangkal paham radikalisme terutama di wilayah Kaltim.

    “Santri-santri telah kita berikan pemahaman mengenai apa itu radikalisme, serta bagaimana sistemnya. Untuk menangkal itu, kita harus beri wejangan, kita beritahu paham-paham mana yang tidak boleh diikuti. Sehingga mereka paham, dan harus rutin didoktrinkan terus menerus biar mereka juga tidak bingung,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Guru PPPK Kaltim Adukan Penempatan Jauh dari Keluarga hingga Sulit Dapat Sertifikasi

    Mei 28, 2026

    Guru PPPK Kaltim Tak Mau Lagi Berkotak-katik Urus Perpanjangan SK Setiap Tahun, Minta Kepastian Sampai Pensiun

    Mei 26, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Syahariah Mas’ud Tinjau Sekolah di Paser, Sejumlah Fasilitas Sekolah Masih Perlu Perbaikan

    Mei 21, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    SittiMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum syukur dan…

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.