Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tak Sekadar Jaga Lingkungan, Mendikdasmen: Menanam Mangrove Bagian Dari Ibadah

    Juni 21, 2026

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Juni 21, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Buku Paket Sekolah Dikeluhkan Orang Tua, Disdikbud Samarinda Sebut Ada Kesalahpahaman
    Pendidikan

    Buku Paket Sekolah Dikeluhkan Orang Tua, Disdikbud Samarinda Sebut Ada Kesalahpahaman

    LarasBy LarasMaret 14, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dalam kegiatan serap aspirasi atau masa reses, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti menyampaikan berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).

    Ia mengatakan terdapat banyak keluhan, salah satunya terkait persoalan buku paket yang memberatkan pihak orang tua murid. Setiap berganti tahun, berganti pula buku paket tersebut.

    Tidak hanya satu mata pelajaran yang membutuhkan buku paket, tapi ada 12 sampai 14 buku paket yang harus dibeli orang tua.

    Tidak sampai di situ saja, bahkan orang tua mengungkapkan kesulitannya untuk menemukan buku paket yang tidak dijual di beberapa toko buku.

    “Tiap kami reses selalu saja ada orang tua yang mengeluh keberatan soal buku paket. Sebenarnya buku paket ini kebijakannya bagaimana, Pak?” tanyanya dalam Hearing Pansus IV DPRD Samarinda bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, pada Rabu (13/3/2024).

    Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin menyampaikan hal serupa. Ia juga mengaku mendengarkan dari beberapa guru dan orang tua murid.

    Di mana banyak orang tua peserta didik yang keberatan dengan buku paket itu. Satu buku paket dibandrol mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah ini juga tidak disediakan sekolah. Artinya orang tua murid harus mencari sendiri di luar sekolah.

    “Ini juga sudah sering saya terima keluhan dari guru, dari orang tua soal buku paket, apalagi sewaktu penerimaan siswa baru,” ungkapnya.

    “Sebenarnya kalau mau menyenangkan orang tua, buku bisa kita siapkan. Berjenjang ganjil genap disiapkan untuk supporting di sekolah,” sambungnya.

    Masalahnya, Asli melanjutkan, terdapat peserta didik lain yang membawa sendiri buku paket dari luar sekolah karena dirasa buku tersebut lebih lengkap dan detail untuk mata pelajaran yang diberikan.

    Di sisi lain, peserta didik lain yang melihat buku paket tersebut akan mulai bertanya kepada temannya dan tanpa disadari meminta kepada orang tua mereka untuk dihadirkan buku tersebut.

    Di mana buku paket dari luar ini bukanlah permintaan sekolah dan hanya merupakan inisiatif si anak yang ingin memiliki bukunya. Tanpa orang tuanya ketahui, buku paket itu bukanlah permintaan sekolah, sehingga terjadi kesalahpahaman.

    “Jadi pikir si orang tua juga itu buku paket dari kita (diminta untuk membeli). Padahal memang dari si anak lihat temannya ada buku paket, dia juga mau, lalu minta ke orang tuanya,” bebernya.

    Untuk menindaklanjuti hal ini, Asli menyebutkan pihaknya akan berdiskusi mencari jalan tengah terbaik baik sekolah dan orang tua agar mendapat win-win solution atau sama-sama menguntungkan.

    “Karena di sekolah ini jangan ada buku lain selain buku wajib. Jadi akan kita bicarakan bagaimana win-win solution-nya,” pungkas Asli.

    Asli Nuryadin Buku Paket Komisi IV Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Tak Sekadar Jaga Lingkungan, Mendikdasmen: Menanam Mangrove Bagian Dari Ibadah

    Juni 21, 2026

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Juni 21, 2026

    Mayoritas Guru Sekolah Rakyat Samarinda dari Luar Kaltim, DPRD: Yang Dinilai Kualitasnya

    Juni 21, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026

    Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Siswa Keluarga Prasejahtera Sekolah Rakyat Tunjukkan Perkembangan Positif

    Juni 20, 2026

    Pemprov Kaltim Kucurkan Anggaran Kematangan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru

    Juni 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tak Sekadar Jaga Lingkungan, Mendikdasmen: Menanam Mangrove Bagian Dari Ibadah

    R’syaJuni 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan gerakan menanam mangrove…

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Juni 21, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    APBD 2027 Belum Dibahas, DPRD Samarinda Waspadai Dampak Gelombang Efisiensi Anggaran

    Juni 21, 2026

    Mayoritas Guru Sekolah Rakyat Samarinda dari Luar Kaltim, DPRD: Yang Dinilai Kualitasnya

    Juni 21, 2026
    1 2 3 … 3,160 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.