Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Buku Paket Sekolah Dikeluhkan Orang Tua, Disdikbud Samarinda Sebut Ada Kesalahpahaman
    Pendidikan

    Buku Paket Sekolah Dikeluhkan Orang Tua, Disdikbud Samarinda Sebut Ada Kesalahpahaman

    LarasBy LarasMaret 14, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dalam kegiatan serap aspirasi atau masa reses, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti menyampaikan berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).

    Ia mengatakan terdapat banyak keluhan, salah satunya terkait persoalan buku paket yang memberatkan pihak orang tua murid. Setiap berganti tahun, berganti pula buku paket tersebut.

    Tidak hanya satu mata pelajaran yang membutuhkan buku paket, tapi ada 12 sampai 14 buku paket yang harus dibeli orang tua.

    Tidak sampai di situ saja, bahkan orang tua mengungkapkan kesulitannya untuk menemukan buku paket yang tidak dijual di beberapa toko buku.

    “Tiap kami reses selalu saja ada orang tua yang mengeluh keberatan soal buku paket. Sebenarnya buku paket ini kebijakannya bagaimana, Pak?” tanyanya dalam Hearing Pansus IV DPRD Samarinda bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, pada Rabu (13/3/2024).

    Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin menyampaikan hal serupa. Ia juga mengaku mendengarkan dari beberapa guru dan orang tua murid.

    Di mana banyak orang tua peserta didik yang keberatan dengan buku paket itu. Satu buku paket dibandrol mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah ini juga tidak disediakan sekolah. Artinya orang tua murid harus mencari sendiri di luar sekolah.

    “Ini juga sudah sering saya terima keluhan dari guru, dari orang tua soal buku paket, apalagi sewaktu penerimaan siswa baru,” ungkapnya.

    “Sebenarnya kalau mau menyenangkan orang tua, buku bisa kita siapkan. Berjenjang ganjil genap disiapkan untuk supporting di sekolah,” sambungnya.

    Masalahnya, Asli melanjutkan, terdapat peserta didik lain yang membawa sendiri buku paket dari luar sekolah karena dirasa buku tersebut lebih lengkap dan detail untuk mata pelajaran yang diberikan.

    Di sisi lain, peserta didik lain yang melihat buku paket tersebut akan mulai bertanya kepada temannya dan tanpa disadari meminta kepada orang tua mereka untuk dihadirkan buku tersebut.

    Di mana buku paket dari luar ini bukanlah permintaan sekolah dan hanya merupakan inisiatif si anak yang ingin memiliki bukunya. Tanpa orang tuanya ketahui, buku paket itu bukanlah permintaan sekolah, sehingga terjadi kesalahpahaman.

    “Jadi pikir si orang tua juga itu buku paket dari kita (diminta untuk membeli). Padahal memang dari si anak lihat temannya ada buku paket, dia juga mau, lalu minta ke orang tuanya,” bebernya.

    Untuk menindaklanjuti hal ini, Asli menyebutkan pihaknya akan berdiskusi mencari jalan tengah terbaik baik sekolah dan orang tua agar mendapat win-win solution atau sama-sama menguntungkan.

    “Karena di sekolah ini jangan ada buku lain selain buku wajib. Jadi akan kita bicarakan bagaimana win-win solution-nya,” pungkas Asli.

    Asli Nuryadin Buku Paket Komisi IV Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Hadapi Hoaks dan AI, Literasi Informasi Jadi Tantangan Pendidikan di Era Digital

    September 24, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Minta Penggunaan AI dan Gawai di Sekolah Dibatasi

    September 23, 2026

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    AminahSeptember 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Gratispol Gratis Biaya Administrasi (GBA) Pemilikan Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah…

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026
    1 2 3 … 3,367 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.