Insitekaltim, Samarinda – Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, bukan untuk menyaingi jaringan ritel modern seperti Alfamart maupun Indomaret.
Hal ini ditegaskan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim), Heni Purwaningsih dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.
Sebaliknya kata Heni, koperasi desa diproyeksikan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Melalui penyediaan kebutuhan pokok, dengan harga terjangkau serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi lokal.
Menurut Heni, berbagai anggapan yang menyebut Kopdes akan menjadi pesaing ritel modern merupakan penafsiran yang keliru terhadap tujuan pembentukan koperasi desa.
“Kehadiran Kopdes bukan untuk menyaingi Indomaret atau Alfamart. Pastinya, pemerintah Kopdes memberikan akses kepada masyarakat terhadap sumber daya yang dibutuhkan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi desa,” ujarnya.
Menurut Heni, salah satu fungsi utama Kopdes adalah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian, masyarakat desa dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia mencontohkan, komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur hingga LPG diharapkan tersedia di Kopdes sehingga masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan dasar
“Koperasi desa harus hadir menyediakan kebutuhan itu. Barang-barang pokok dijual sesuai HET, bukan untuk bersaing dengan ritel modern,” katanya.
Selain penyediaan sembako, Kopdes juga diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani dalam memasarkan hasil pertanian. Selama ini, kata Heni, banyak petani masih bergantung kepada tengkulak sehingga nilai jual produknya tidak optimal.
Ia mencontohkan, petani kakao di Kabupaten Kutai Timur yang selama ini belum memperoleh harga sesuai kualitas produk karena minimnya akses pasar. Di sinilah peran Kopdes maupun BUMDes, dibantu pemerintah, untuk mempertemukan petani dengan pembeli atau eksportir secara langsung agar posisi tawar mereka meningkat.
Heni menegaskan, pemerintah ingin menjadikan Kopdes sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu memotong rantai distribusi, memperkuat akses pasar, sekaligus melindungi kepentingan masyarakat desa.
“Fungsinya jauh lebih besar daripada sekadar dianggap menjadi pesaing Alfamart atau Indomaret,” tegasnya.
Menurutnya, ada cita-cita besar agar masyarakat desa lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik dari potensi desanya.

