Insitekaltim, Samarinda – Warga yang bermukim di sekitar PT Prima Surya Bahari (PSB), kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda mengaku aktivitas blasting perusahaan telah berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka.
Salah seorang warga Perdiansyah mengatakan, debu hasil blasting beterbangan hingga ke permukiman dan mencemari penampungan air hujan yang selama ini menjadi sumber air bagi sebagian warga.
“Debunya berdampak ke masyarakat sekitar. Banyak kerugian yang kami rasakan sejak perusahaan ini beroperasi. Sosialisasi kepada warga juga tidak pernah ada saat perusahaan mulai berdiri,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin, 29 Juni 2026.
Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada perusahaan. Namun setiap kali menyampaikan aspirasi, warga hanya ditemui perwakilan perusahaan tanpa ada penyelesaian yang jelas.
“Kami sudah sering melapor ke perusahaan, tetapi tidak pernah bertemu langsung dengan pihak yang bisa mengambil keputusan. Hanya perwakilan saja dan tidak ada hasil dari tuntutan yang kami sampaikan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, debu blasting tidak hanya mengotori lingkungan sekitar, tetapi juga berdampak pada kualitas air hujan yang ditampung warga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Debu blasting itu terbang ke mana-mana. Kami masih mengandalkan air hujan. Tandon berada di atap rumah sehingga debu menempel di atap. Saat hujan turun, debu itu ikut masuk ke tandon yang kami gunakan untuk mandi dan memasak,” terangnya.
Perdiansyah mengaku kondisi tersebut memaksa keluarganya membeli air bersih untuk kebutuhan tertentu. Bahkan, anaknya yang berusia tiga tahun disebut mengalami gangguan pada kulit yang diduga dipicu penggunaan air dari penampungan hujan.
“Anak saya sampai gatal-gatal. Sekarang mandi harus menggunakan air yang kami beli untuk minum karena tidak bisa lagi memakai air dari tandon. Tidak semua warga mampu berlangganan PDAM,” tuturnya.
Selain persoalan debu, warga juga mengeluhkan aktivitas blasting yang disebut berlangsung tanpa mengenal waktu maupun memperhatikan arah angin sehingga debunya kerap terbawa ke permukiman.
Keluhan warga tersebut turut menjadi salah satu perhatian Komisi IV DPRD Kaltim saat melakukan supervisi lapangan di PT Prima Surya Bahari.
DPRD menyatakan akan menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat bersama instansi terkait.

