Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    Juli 14, 2026

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Berani Speak Up, Kesadaran Masyarakat Kaltim Laporkan Kekerasan Dinilai Meningkat
    Diskominfo Kaltim

    Berani Speak Up, Kesadaran Masyarakat Kaltim Laporkan Kekerasan Dinilai Meningkat

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 3, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menjadi perhatian utama Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kalimantan Timur.

    Sebagai bentuk respons terhadap tingginya angka kekerasan yang tercatat sebanyak 810 kasus hingga Oktober 2024, DKP3A Kaltim bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota di Kaltim mendeklarasikan stop kekerasan terhadap perempuan dan Anak.

    Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita menegaskan pentingnya langkah kolaboratif untuk menurunkan angka kekerasan yang terus meningkat.

    Noryani menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan visi dan misi semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder lainnya.

    “Komitmen yang ditandatangani bersama diharapkan menjadi arah dalam upaya penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur,” ujar di Pendopo Odah Etam, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (3/12/2024).

    Ia juga mengakui bahwa upaya pencegahan selama ini masih kurang optimal. “Selama ini kita cenderung hanya menangani kasus setelah terjadi kekerasan, tanpa memetakan akar masalahnya. Langkah berikutnya adalah melakukan identifikasi mendalam terhadap penyebab kekerasan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” jelasnya.

    Menurut Noryani, tingginya angka kekerasan yang tercatat juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus. Hal ini didukung oleh keberadaan kanal pelaporan seperti hotline Sapa 129 dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

    “Laporan yang meningkat menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih berani untuk speak up. Samarinda, misalnya, memiliki akses pelaporan yang lebih mudah dibandingkan kabupaten lain, sehingga kasus terlihat lebih banyak,” ungkapnya.

    Dari Januari hingga November 2024, DKP3A melalui UPTD PPPA telah menangani 88 kasus kekerasan, baik dari laporan langsung maupun hotline. “Sapa 129 sangat membantu kami dalam mendeteksi kasus kekerasan di masyarakat. Semua laporan telah tertangani dengan baik,” tambahnya.

    Dalam upaya penurunan angka kekerasan, DKP3A juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait bentuk-bentuk kekerasan yang sering tidak disadari masyarakat.

    “Pemaksaan pernikahan, misalnya, kini masuk dalam kategori kekerasan seksual sesuai dengan Undang-Undang TPKS. Dulu hal ini dianggap biasa, tetapi sekarang masyarakat mulai memahami bahwa itu tidak boleh terjadi,” jelas Noryani.

    Ia juga mengajak media massa untuk turut membantu menyebarluaskan informasi ini. “Peran media sangat penting dalam mengedukasi masyarakat agar semakin banyak yang paham hak-hak mereka,” katanya.

    DKP3A mendorong pembentukan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, media massa, akademisi dan sektor swasta, untuk mengoptimalkan penanganan kekerasan.

    “Pendekatan ini sesuai dengan arahan Pj Gubernur agar seluruh stakeholder bekerja sama secara sinergis. Tidak bisa DKP3A bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah ini,” tegas Noryani.

    Dengan langkah-langkah yang lebih terencana dan kolaboratif, DKP3A berharap dapat menekan angka kekerasan di Kalimantan Timur.

    “Kami berharap komitmen ini menjadi rujukan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Semua pihak harus bekerja sama untuk mewujudkan ini,” tutup Noryani.

    DKP3A Kekerasan Noryani
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Balikpapan Catat Skor Evaluasi Mandiri KLA Tertinggi di Kaltim, Seluruh Daerah Masuk Tahap Verifikasi

    Juli 7, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    R’syaJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Meski revitalisasi pasar telah rampung, penataan kios di Pasar Pagi Samarinda masih…

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,214 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.