Insitekaltim, Samarinda – Besarnya biaya pendaftaran jalur mandiri perguruan tinggi negeri menjadi perhatian sejumlah orang tua calon mahasiswa.

Salah satunya Ike Herawati, orang tua peserta yang mendaftar ke Universitas Mulawarman (Unmul) setelah sebelumnya tidak lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Dikutip dari laman resmi Unmul, biaya pendaftaran Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Universitas Mulawarman tahun 2026 adalah Rp500.000.
Ike mengatakan jalur mandiri menjadi pilihan yang tersisa setelah anaknya gagal memperoleh kursi melalui dua jalur seleksi nasional tersebut.
“Target awal sebenarnya SNBT, tapi karena tidak keterima akhirnya mencoba jalur mandiri,” ujarnya saat diwawancara di Samarinda, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia mengaku terkejut ketika mengetahui biaya pendaftaran jalur mandiri yang harus dibayarkan mencapai Rp500 ribu. Menurutnya, nominal tersebut cukup besar mengingat biaya yang dikeluarkan tidak menjamin peserta akan diterima.
“Mahal banget, tidak nyangka sampai segitu. Padahal belum tentu keterima,” tuturnya.
Menurutnya, biaya pendaftaran idealnya dapat berada pada kisaran Rp300 ribuan agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Terlebih, orang tua juga masih harus mempersiapkan berbagai kebutuhan lain seperti tes kesehatan, perlengkapan kuliah, hingga perangkat penunjang pembelajaran seperti laptop.
Ike yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengungkapkan besaran biaya pendaftaran turut memengaruhi pilihan kampus yang akan dituju. Namun karena kampus yang dipilih merupakan perguruan tinggi negeri dan lokasinya dekat dengan tempat tinggal, keluarga tetap memutuskan mengikuti seleksi jalur mandiri.
Karena pertimbangan biaya, anaknya juga hanya mendaftar ke satu perguruan tinggi. Menurutnya, biaya pendaftaran jalur mandiri yang harus dibayar sudah cukup besar dibandingkan beberapa kampus lain.
“Hanya satu kampus saja karena itu saja sudah mahal. Dibanding kampus lain, biaya mandirinya jauh lebih murah,” katanya.
Sebagai orang tua, ia berharap akses pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi masyarakat. Salah satunya melalui kebijakan subsidi atau keringanan biaya pendaftaran bagi calon mahasiswa.
“Harapannya biaya pendaftaran bisa diberi subsidi lagi supaya tidak semahal itu. SNBT sudah bayar sekitar Rp200 ribu, ditambah jalur mandiri ini dan belum tentu keterima,” pungkasnya.

