Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif
    Ekonomi

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    IraBy IraJuli 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid Ekraf Dispar Kaltim, Awang Khaliq (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Khaliq mengatakan, hingga kini baru sebagian daerah yang memiliki nomenklatur ekraf.

    “Kondisi tersebut memengaruhi optimalisasi pembinaan dan pengembangan pelaku ekonomi kreatif di daerah,” tegas Awang Khaliq, Sabtu, 18 Juli 2026.

    Diakui, pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kaltim, masih menghadapi sejumlah tantangan.

    Salah satu persoalan utama ialah belum seluruh pemerintah kabupaten dan kota memiliki nomenklatur atau perangkat khusus yang menangani sektor ekonomi kreatif.

    “Masih banyak tantangannya. Tidak semua kabupaten dan kota punya nomenklatur ekonomi kreatif. Baru dua daerah yang sudah memiliki, sementara daerah lainnya masih dalam proses menuju ke sana,” ujarnya.

    Menurut Awang, dukungan kepala daerah sangat dibutuhkan agar sektor ekonomi kreatif mendapat perhatian yang sejajar dengan sektor pembangunan lainnya.

    Dengan adanya nomenklatur yang jelas, program pengembangan ekraf diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

    Ia juga menilai masih banyak anggapan bahwa ekonomi kreatif sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Padahal, meski memiliki keterkaitan, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

    “Ekraf dan UMKM memang hampir sama, tetapi ekonomi kreatif memiliki nilai tambah. Ada proses pengkajian produk, digitalisasi, strategi pemasaran, hingga business matching yang membuat produknya memiliki daya saing lebih tinggi,” jelasnya.

    Menurutnya, nilai tambah tersebut tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada inovasi pelayanan, konsep usaha, pengalaman konsumen, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing di pasar.

    Karena itu, Dispar Kaltim terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif sekaligus memperluas pembinaan bagi para pelaku usaha kreatif.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

     

    Awang Khaliq Ekonomi kreatif Ekraf Nomenklatur
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Harga Ayam Potong di Pasar Samarinda Masih Tinggi, Capai Rp60 Ribu

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Peta koalisi menuju Pemilihan Wali Kota Samarinda 2029 masih cair. Partai Gerindra…

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,356 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.