Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Belanja Daerah Kaltim Harus Realistis, Penyaluran Bankeu Tergantung Capaian Pendapatan
    Diskominfo Kaltim

    Belanja Daerah Kaltim Harus Realistis, Penyaluran Bankeu Tergantung Capaian Pendapatan

    AbdiBy AbdiFebruari 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni memberikan penegasan penting terkait arah kebijakan fiskal dan tata kelola anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di tengah dinamika ekonomi nasional.

    Dalam keterangannya pada Senin, 9 Februari 2026 Sekda menekankan, postur belanja daerah tahun ini harus mengedepankan prinsip realisme, di mana setiap pengeluaran, termasuk Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk kabupaten dan kota, wajib menyesuaikan dengan arus pendapatan yang masuk ke kas daerah.

    Isu mengenai penambahan bantuan keuangan bagi pemerintah kota, menjadi salah satu poin yang diklarifikasi Sri Wahyuni. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa secara sepihak menambah beban belanja jika indikator pendapatan belum menunjukkan hasil yang sesuai target.

    “Sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja. Kita lihat nanti kalau ternyata pendapatan kita tidak terpenuhi, berarti harus ada belanja yang disesuaikan. Kita lihat nanti pendapatan karena imbangannya begitu,” tegasnya.

    Prinsip belanja berdasarkan pendapatan yang disampaikan Sekda, merupakan sinyal Pemprov Kaltim sangat berhati-hati dalam menjaga rasio defisit.

    Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat masih menjadi faktor penentu utama dalam pelaksanaan program-program di daerah.

    Jika dana dari pusat mengalami penyesuaian atau efisiensi, maka Pemprov Kaltim secara otomatis akan melakukan rasionalisasi terhadap belanja-belanja yang dinilai tidak mendesak.

    Hal ini dilakukan agar kesehatan fiskal tetap terjaga hingga akhir tahun anggaran, sekaligus mencegah terjadinya tunda bayar pada proyek-proyek strategis.

    Selain membedah postur anggaran secara makro, Sekda juga menyoroti strategi penanganan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.

    Menanggapi pertanyaan mengenai alokasi bantuan spesifik untuk stunting ke kabupaten/kota, Sri Wahyuni menjelaskan, pendekatannya saat ini lebih bersifat kolaboratif dan lintas sektoral ketimbang sekadar memberikan dana hibah tunai.

    Pemerintah Provinsi telah membentuk tim terpadu yang bertugas melakukan pendampingan langsung ke daerah-daerah yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi. Dukungan ini mengalir melalui program-program di Dinas Kesehatan serta dinas terkait lainnya.

    “Kita memberikan bantuan berdasarkan usulan, dengan kabupaten/kota memang tidak ada yang nominalnya spesifik. Tetapi kita akan memberikan dukungan lewat Dinas Kesehatan untuk stunting. Kan kita ada tim stunting, ada Dinas Kesehatan, ada dinas lain yang terkait. Tim terpadu itu untuk membantu penanganan stunting di kabupaten/kota,” jelasnya lebih lanjut.

    Strategi ini menurutnya jauh lebih efektif karena menyentuh langsung akar permasalahan di lapangan melalui intervensi gizi, edukasi, dan penyediaan infrastruktur sanitasi yang dikoordinasikan oleh tim terpadu.

    Dengan cara ini, meskipun tidak ada penambahan plafon Bankeu secara langsung di luar APBD yang berjalan, dampak program tetap bisa dirasakan secara optimal oleh masyarakat di tingkat bawah.

    Sri Wahyuni menutup keterangannya dengan mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tetap fokus pada efektivitas program. Di tengah tantangan pendapatan daerah, efisiensi bukan berarti pemotongan program secara membabi buta, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan warga Kalimantan Timur.

     

    Bankeu Pemprov Kaltim Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Rapor Merah TKA 2026 Tampar Pendidikan Indonesia

    Juni 11, 2026

    Meski Beban Fiskal Daerah Meningkat, Sekda Pastikan Gaji PPPK di Kaltim Aman

    Juni 11, 2026

    Kaltim Susun RPPEM, Optimalkan Potensi Mangrove Dukung Penurunan Emisi

    Juni 9, 2026

    Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil

    Juni 6, 2026

    Pemprov Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Lewat Gerakan Sekolah ASRI

    Juni 5, 2026

    Pemprov Kaltim Genjot Tuntaskan Listrik Masuk Wilayah Pedalaman dan Terpencil

    Juni 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Nur AjijahJuni 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan menjaga stabilitas devisa Indonesia. Pengamat Ekonomi…

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026

    Rita Widyasari Belum Buka Pintu Politik, Pilih Fokus Pulihkan Nama Baik

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,144 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.