Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem
    Pemkot Samarinda

    Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem

    RidhoBy RidhoMarch 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan saat ditemui awak media seusai rapat (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar rekonsiliasi data penerimaan retribusi daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyamakan data penerimaan yang tercatat di berbagai sistem pelaporan pemerintah.

    Kepala Bapenda Samarinda Cahya Ernawan menjelaskan, kegiatan tersebut bukan bertujuan mengevaluasi capaian target pendapatan daerah, melainkan memastikan kesesuaian data antara OPD, Bapenda, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    “Rekonsiliasi ini sebenarnya dalam rangka menyamakan angka, bukan evaluasi pencapaian target. Kami ingin memastikan bahwa penerimaan yang ada di OPD, di Bapenda, dan yang tercatat di kas daerah itu sama,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

    Ia mencontohkan, apabila penerimaan retribusi parkir di Dinas Perhubungan tercatat sebesar Rp1.000, maka angka yang sama harus tercatat di rekening kas daerah, data Bapenda, serta laporan realisasi anggaran di BPKAD.

    “Misalnya parkir itu ada penerimaan di Perhubungan Rp1.000, lalu sudah masuk di rekening kas daerah Rp1.000, kemudian tercatat di Bapenda Rp1.000, dan di BPKAD juga Rp1.000 dalam laporan realisasi anggaran. Itu yang ingin kami samakan,” jelasnya.

    Menurut Cahya, kegiatan rekonsiliasi ini baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini dan ke depan akan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Pihaknya menargetkan rekonsiliasi dilakukan setiap tanggal 5.

    “Kegiatan ini baru pertama kali kita lakukan tahun ini. Ke depan kami sepakat setiap tanggal 5 akan dilakukan rekonsiliasi,” katanya.

    Melalui kegiatan tersebut, Bapenda menemukan masih terdapat perbedaan data antara catatan OPD dengan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

    Ia menjelaskan, pemerintah pusat memantau realisasi pendapatan daerah melalui data yang tercatat di sistem tersebut, bukan dari laporan manual atau data internal masing-masing OPD.

    “Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memantau realisasi pendapatan berdasarkan data di SIPD, bukan dari sistem di Bapenda atau data Excel yang ada di OPD,” terangnya.

    Dalam rekonsiliasi tersebut juga ditemukan adanya penerimaan sekitar Rp1,5 miliar yang belum terinput ke dalam sistem SIPD, meskipun dana tersebut sebenarnya sudah masuk ke kas daerah.

    “Ada sekitar Rp1,5 miliar yang belum diinput. Jadi sebenarnya uangnya sudah masuk ke kas daerah, tetapi secara sistem belum terinput. Itu yang membuat realisasi kita terlihat masih kurang,” ungkapnya.

    Cahya menambahkan, keterlambatan penginputan tersebut terjadi karena adanya pergantian bendahara di salah satu organisasi perangkat daerah.

    “Alasannya karena ada pergantian bendahara di salah satu SKPD, sehingga belum sempat melakukan input data. Itu yang kita evaluasi dalam rekonsiliasi tadi,” pungkasnya.

     

    Bapenda Kota Samarinda BPKAD Samarinda Cahya Ernawan Rekonsiliasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Tanah Pemkot Samarinda Masih Dalam Proses Sertifikasi, BPKAD Percepat Sertifikasi 1.700 Aset

    July 1, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    June 30, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    June 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    June 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    May 4, 2026

    Dishub Samarinda Tempel Stiker pada Kendaraan Pelanggar Bongkar Muat di Pinggir Jalan

    March 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    Nur AjijahJuly 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat laju pertumbuhan ekonomi 2025, berada di…

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026

    Dua Wakil Indonesia Siap Bersaing di Srikandi Merdeka Cup 2026

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026
    1 2 3 … 3,242 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.