Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Nilai Kinerja Perumdam Lampaui Target PAD, Layanan Air Capai 84 Persen

    April 28, 2026

    Visitasi LAN Uji BPSDM Kaltim, Jauhar: Proses Ini Perjelas Standar dan Hilangkan Keraguan

    April 28, 2026

    DPRD Dorong Percepatan Layanan Air Bersih, Target 100 Persen Diminta Tak Tunggu 2029

    April 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem
    Pemkot Samarinda

    Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem

    RidhoBy RidhoMaret 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan saat ditemui awak media seusai rapat (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar rekonsiliasi data penerimaan retribusi daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyamakan data penerimaan yang tercatat di berbagai sistem pelaporan pemerintah.

    Kepala Bapenda Samarinda Cahya Ernawan menjelaskan, kegiatan tersebut bukan bertujuan mengevaluasi capaian target pendapatan daerah, melainkan memastikan kesesuaian data antara OPD, Bapenda, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    “Rekonsiliasi ini sebenarnya dalam rangka menyamakan angka, bukan evaluasi pencapaian target. Kami ingin memastikan bahwa penerimaan yang ada di OPD, di Bapenda, dan yang tercatat di kas daerah itu sama,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

    Ia mencontohkan, apabila penerimaan retribusi parkir di Dinas Perhubungan tercatat sebesar Rp1.000, maka angka yang sama harus tercatat di rekening kas daerah, data Bapenda, serta laporan realisasi anggaran di BPKAD.

    “Misalnya parkir itu ada penerimaan di Perhubungan Rp1.000, lalu sudah masuk di rekening kas daerah Rp1.000, kemudian tercatat di Bapenda Rp1.000, dan di BPKAD juga Rp1.000 dalam laporan realisasi anggaran. Itu yang ingin kami samakan,” jelasnya.

    Menurut Cahya, kegiatan rekonsiliasi ini baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini dan ke depan akan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Pihaknya menargetkan rekonsiliasi dilakukan setiap tanggal 5.

    “Kegiatan ini baru pertama kali kita lakukan tahun ini. Ke depan kami sepakat setiap tanggal 5 akan dilakukan rekonsiliasi,” katanya.

    Melalui kegiatan tersebut, Bapenda menemukan masih terdapat perbedaan data antara catatan OPD dengan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

    Ia menjelaskan, pemerintah pusat memantau realisasi pendapatan daerah melalui data yang tercatat di sistem tersebut, bukan dari laporan manual atau data internal masing-masing OPD.

    “Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memantau realisasi pendapatan berdasarkan data di SIPD, bukan dari sistem di Bapenda atau data Excel yang ada di OPD,” terangnya.

    Dalam rekonsiliasi tersebut juga ditemukan adanya penerimaan sekitar Rp1,5 miliar yang belum terinput ke dalam sistem SIPD, meskipun dana tersebut sebenarnya sudah masuk ke kas daerah.

    “Ada sekitar Rp1,5 miliar yang belum diinput. Jadi sebenarnya uangnya sudah masuk ke kas daerah, tetapi secara sistem belum terinput. Itu yang membuat realisasi kita terlihat masih kurang,” ungkapnya.

    Cahya menambahkan, keterlambatan penginputan tersebut terjadi karena adanya pergantian bendahara di salah satu organisasi perangkat daerah.

    “Alasannya karena ada pergantian bendahara di salah satu SKPD, sehingga belum sempat melakukan input data. Itu yang kita evaluasi dalam rekonsiliasi tadi,” pungkasnya.

     

    Bapenda Kota Samarinda BPKAD Samarinda Cahya Ernawan Rekonsiliasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Diskon PBB Hingga 15 Persen, Kepala Bapenda Samarinda Ajak Warga Segera Manfaatkan

    April 6, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Reklame, Utamakan Estetika dan Ketertiban Kota

    April 6, 2026

    Pajak Makan Minum Dominasi PAD Samarinda, Tembus Rp40,10 Miliar di Triwulan I 2026

    April 6, 2026

    1.025 Jemaah Haji Samarinda Siap Berangkat, Kloter Pertama Dijadwalkan 26 April

    April 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Nilai Kinerja Perumdam Lampaui Target PAD, Layanan Air Capai 84 Persen

    Ratu ArifanzaApril 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Kota Samarinda melakukan kunjungan…

    Visitasi LAN Uji BPSDM Kaltim, Jauhar: Proses Ini Perjelas Standar dan Hilangkan Keraguan

    April 28, 2026

    DPRD Dorong Percepatan Layanan Air Bersih, Target 100 Persen Diminta Tak Tunggu 2029

    April 28, 2026

    Harga Solar Industri Tembus Rp30 Ribu, DPRD Waspadai Dampak ke Operasional Perumdam

    April 28, 2026

    Kemnaker Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Gelombang Green Jobs dan Era Digital

    April 28, 2026
    1 2 3 … 3,078 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.