Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polemik Gereja Toraja Samarinda Seberang Selesai, FKUB Pastikan Putusan PTUN Sudah Inkrah

    Juni 30, 2026

    Pengguna Narkoba Bukan Sekadar Dipenjara, Tapi Harus Direhabilitasi

    Juni 30, 2026

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    Juni 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Banjir Tak Kunjung Usai, DPRD Kaltim Usul Opsi Keruk Sungai oleh Perusda
    DPRD Kaltim

    Banjir Tak Kunjung Usai, DPRD Kaltim Usul Opsi Keruk Sungai oleh Perusda

    SittiBy SittiJuli 9, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Persoalan banjir di Kutai Kartanegara (Kukar) tak kunjung menemukan solusi tuntas. Kondisi ini mendorong DPRD Kalimantan Timur untuk mengambil langkah alternatif, salah satunya dengan mengusulkan pengerukan Sungai Mahakam dilakukan oleh perusahaan daerah (perusda).

    Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur menilai banjir di Kukar semakin parah akibat curah hujan ekstrem yang dibarengi pendangkalan Sungai Mahakam. Ia menilai kondisi sedimentasi yang sudah menahun menjadi penyebab utama air sulit surut.

    “Pada saat curah hujan tinggi, alam tidak bisa kita bendung. Salah satu penyebab utama lambatnya air surut di Kukar adalah sedimentasi Sungai Mahakam yang sudah mencapai 5 sampai 7 sentimeter per tahun. Puluhan tahun kita tidak melakukan pengerukan,” ujar Guntur usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-22 di Gedung B DPRD Kaltim, Rabu 9 Juli 2025.

    Sungai Mahakam merupakan sungai strategis nasional yang kewenangannya berada di bawah pemerintah pusat. Namun, ia menilai ketergantungan penuh pada pemerintah pusat membuat proses pengerukan tidak bisa cepat dilakukan karena birokrasi yang panjang.

    “Kalau mengandalkan pusat, prosesnya lama. Kita di Komisi II sudah koordinasi dengan perusda. Harapannya, perusda bisa dilibatkan supaya tidak selalu tergantung pada pusat,” katanya.

    Pengerukan secara berkala sangat diperlukan terutama di wilayah muara yang mengalami pendangkalan parah. Dengan begitu, aliran air saat hujan deras dan pasang laut bisa mengalir lebih cepat, meminimalisir genangan dan banjir.

    “Kalau Sungai Mahakam dikeruk secara rutin, saya yakin air bisa cepat mengalir. Kita bisa lihat saat surut saja pendangkalannya kelihatan sekali,” sambungnya.

    Namun demikian, Guntur mengingatkan agar pengerukan tidak dilakukan sembarangan. Ia khawatir pengerukan yang masif bisa berdampak pada ekosistem sungai, termasuk keberadaan pesut mahakam yang menjadi ikon Kaltim.

    “Saya juga khawatir pengerukan ini mengganggu tempat pesut di sekitar Danau Semayang. Kita tidak mau kehilangan spesies yang jadi kebanggaan Kaltim,” ucapnya.

    Di sisi lain, Guntur mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Bupati sudah memulai langkah perbaikan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir. Koordinasi antara DPRD Kaltim, Pemkab Kukar, dan perusda terus dilakukan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh.

    Ia juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan keleluasaan kepada perusda untuk berperan aktif dalam pengerukan. Menurutnya, jika perusda diberikan kewenangan teknis dan anggaran, pengerukan dapat dilakukan lebih cepat tanpa terganjal birokrasi.

    “Kalau perusda diberi kewenangan teknis dan anggaran, pengerukan bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu lama,” tutupnya.

    Banjir Guntur Perusda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Banjir Bertahun-tahun Ganggu Proses Belajar, SDN 012 Sungai Kunjang Diusulkan Dibangun Ulang

    Juni 5, 2026

    Banjir Informasi Palsu di Medsos, Publik Diingatkan Jangan Mudah Percaya

    Juni 4, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Revisi Perda Sungai Mahakam, Fokus Tingkatkan PAD dan Tertibkan Penambatan Ilegal

    April 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polemik Gereja Toraja Samarinda Seberang Selesai, FKUB Pastikan Putusan PTUN Sudah Inkrah

    SittiJuni 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik pembangunan Gereja Toraja di Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota…

    Pengguna Narkoba Bukan Sekadar Dipenjara, Tapi Harus Direhabilitasi

    Juni 30, 2026

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    Juni 29, 2026

    Bursa Transfer Jadi Panggung Kedua Sepak Bola, Drama di Luar Lapangan Tak Kalah Sengit

    Juni 29, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026
    1 2 3 … 3,180 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.