Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Banjir Bertahun-tahun Ganggu Proses Belajar, SDN 012 Sungai Kunjang Diusulkan Dibangun Ulang
    Pendidikan

    Banjir Bertahun-tahun Ganggu Proses Belajar, SDN 012 Sungai Kunjang Diusulkan Dibangun Ulang

    SittiBy SittiJune 5, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bangunan SD Negeri 012 Sungai Kunjang yang direncanakan direhabilitasi total. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memastikan, sekolah yang kerap dilanda banjir masuk dalam daftar prioritas pembangunan ulang.

    Ini menjadi harapan warga sekolah SD Negeri 012 Sungai Kunjang, untuk mendapatkan lingkungan belajar yang lebih layak mulai menemukan titik terang.

    Sekolah yang berada di kawasan rawan genangan, selama bertahun-tahun menghadapi persoalan banjir yang tak kunjung tuntas.

    Saat hujan deras mengguyur, air kerap menggenangi ruang kelas hingga setinggi lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar terganggu, bahkan terpaksa dihentikan sementara.

    Plt Kepala Disdikbud Kota Samarinda Ibnu Araby mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah awal melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun anggaran 2025.

    Pembangunan fisik sekolah diharapkan, dapat direalisasikan pada 2027, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

    Terkait penanganan banjir di sekolah ini, Dinas Pendidikan sudah melaksanakan DED pada tahun anggaran 2025.

    “Kita berharap pada 2027 atau ketika kondisi anggaran memungkinkan, pembangunan lanjutan bisa dilaksanakan,” ujar Ibnu saat meninjau SDN 012 Sungai Kunjang.

    Hasil diskusi bersama pihak sekolah dan masyarakat, memunculkan usulan baru terkait konsep pembangunan yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik wilayah.

    Dalam rancangan awal, bangunan sekolah direncanakan ditinggikan sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah.

    Akan tetapi, masyarakat mengusulkan agar bangunan dibuat dengan konsep rumah panggung menggunakan tiang penyangga agar air banjir dapat mengalir tanpa menggenangi area sekolah.

    Kalau DED awal itu kurang lebih elevasinya dinaikkan sekitar 1,5 meter. Tetapi tadi ada masukan agar bangunan dibuat berbentuk panggung menggunakan tiang sehingga air bisa mengalir dan tidak menggenangi lokasi sekolah.

    “Ini tentu akan kami pertimbangkan sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

    SDN 012 termasuk, sekolah yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah kota. Karena kondisi, bangunannya yang rentan terdampak banjir.

    “Ini salah satu program prioritas kami. Tinggal nanti menyesuaikan kemampuan anggaran dan mekanisme pembangunan yang paling tepat,” katanya.

    Selain SDN 012, Disdikbud juga tengah memetakan sejumlah sekolah lain yang mengalami kerusakan maupun terdampak banjir untuk masuk dalam skala prioritas pembangunan.

    “Ada beberapa sekolah lain yang juga menjadi perhatian. Saat ini masih kami rekap untuk menentukan mana yang masuk kategori super prioritas agar penanganannya bisa lebih cepat,” tambah Ibnu.

    Sementara itu, Plt Kepala SDN 012 Sungai Kunjang Laode Akahan Haira mengungkapkan persoalan banjir tidak hanya merusak fasilitas sekolah, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas belajar siswa.

    Genangan air, sering bertahan hingga dua sampai tiga hari setelah hujan turun. Kondisi tersebut menyebabkan, ruang kelas dipenuhi lumpur. Sehingga membutuhkan waktu tambahan, untuk pembersihan sebelum dapat digunakan kembali.

    “Kami berharap sekolah ini bisa dibangun ulang. Kalau hanya renovasi atau memperbaiki bagian yang rusak saja kurang efektif, karena setiap hujan selalu banjir. Bahkan air bisa sampai setinggi lutut,” ujar Laode.

    Pembangunan total menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan perbaikan parsial yang selama ini dilakukan.

    Persoalan lain yang mulai dirasakan, adalah menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN 012.

    Banyak orang tua memilih sekolah lain yang dianggap lebih aman dari banjir. Meskipun lokasinya, lebih jauh dari tempat tinggal mereka.

    “Dampaknya sekarang sudah terasa. Ada orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain karena khawatir dengan kondisi banjir di sini,” katanya.

    Jika pembangunan ulang benar-benar terealisasi, SDN 012 Sungai Kunjang diharapkan, tidak lagi menjadi sekolah yang setiap musim hujan harus berjibaku dengan genangan air dan lumpur. Melainkan menjadi lingkungan belajar yang aman, bagi ratusan siswa yang menempuh pendidikan di sana.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026

    Predikat Pramuka Garuda Tak Bisa Diraih Instan, Karakter Jadi Penilaian Utama

    July 25, 2026

    Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran, Dewan Pendidikan Soroti Kesenjangan dengan Dunia Industri

    July 24, 2026

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    July 23, 2026

    Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda

    July 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Nur AjijahJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang 2026 melalui Program Kewirausahaan Terpadu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil…

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,238 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.