Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    SDN 005 Loa Buah Kekurangan Enam Ruang Kelas, 370 Siswa Terpaksa Belajar Dua Sif

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Atasi Dugaan Monopoli, Andi Harun Tegaskan Satu Nama Satu Lapak di Pasar Pagi
    Pemkot Samarinda

    Atasi Dugaan Monopoli, Andi Harun Tegaskan Satu Nama Satu Lapak di Pasar Pagi

    AbdiBy AbdiFebruari 10, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menanggapi langsung tuntutan pedagang (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan terkait pemerataan Pasar Pagi baru kepada pedagang hanya boleh menempati satu kios untuk satu nama dan harus pedagang bersangkutan yang menempati kios tersebut.

    Teks: Koordinator Pemilik SKTUB, Ade Mari Ulfa saat menyampaikan tuntutan (Insitekaltim/Abdi)

    Balai Kota Samarinda menjadi saksi bisu keresahan ratusan pedagang Pasar Pagi pada Selasa pagi, 10 Februari 2026. Massa sebagai pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) Tahap II Pasar Pagi menggelar aksi unjuk rasa.

    Hal bermula dari ketidaksinkronan data antara jumlah pedagang yang berhak dengan sisa lapak yang tersedia, ditambah laporan mengenai perilaku birokrasi yang dinilai tidak komunikatif dan represif di lapangan.

    Koordinator Aksi Ade Mari Ulfa menyoroti masa transisi kepemimpinan di Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda yang dinilai memutus alur informasi bagi para pedagang lama.

    Menurut Ulfa, koordinasi yang seharusnya tuntas antara pejabat lama dan baru justru menyisakan kebingungan massal.

    “Kami sudah kooperatif sejak RDP (Rapat Dengar Pendapat) tahun 2023. Kami bahkan sepakat mendukung penuh Pak Wali Kota Andi Harun untuk periode kedua agar urusan pasar ini lancar. Namun, saat verifikasi melalui aplikasi dimulai, banyak dari kami yang tertolak tanpa alasan jelas,” ungkapnya.

    Ulfa membeberkan fakta lapangan mengenai adanya tindakan intimidasi oleh oknum petugas yang seharusnya melayani masyarakat.

    “Saya saksi nyata, saya dibentak-bentak oleh oknum petugas lapangan saat bertanya soal aplikasi. Padahal, hitungan mandiri kami di lapangan menunjukkan masih ada 704 kios yang kosong dari lantai 2 sampai lantai 7. Tapi kenapa di laporan dibilang petak tersedia hanya 280? Kami butuh kejujuran,” tegasnya.

    Pedagang menuntut agar 379 orang segera mendapatkan haknya kembali sesuai dengan SKTUB yang mereka miliki, tanpa dikurangi atau dipersulit oleh prosedur birokrasi yang dianggap tidak transparan.

    Menanggapi gelombang protes tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan, memahami kecurigaan pedagang sebagai bentuk kontrol sosial yang sehat terhadap pemerintah.

    Namun, ia menegaskan tata kelola Pasar Pagi yang baru akan berubah total demi menghapus praktik monopoli aset negara.

    Poin utama yang ditekankan wali kota adalah pemberlakuan kebijakan “satu nama, satu lapak”. Kebijakan ini merupakan langkah untuk memastikan keadilan bagi seluruh pedagang kecil dan mencegah penguasaan banyak petak oleh segelintir oknum spekulan.

    “Saya umumkan secara terbuka, satu nama pemilik SKTUB hanya akan mendapatkan satu lapak atau kios. Jika kita penuhi tuntutan satu orang memiliki 4, 10, atau 20 lapak seperti dulu, maka pasti ada pedagang lain yang tidak kebagian. Saya ingin ada pemerataan,” tegas Andi Harun.

    Ia menjelaskan, sistem digital informasi sedang dimatangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). Sistem ini nantinya bersifat open source, sehingga seluruh masyarakat Samarinda bisa melihat secara langsung siapa yang menempati setiap lapak di Pasar Pagi guna menghindari manipulasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau data fiktif.

    Merespons laporan intimidasi dan ketidakakuratan data, Andi Harun memberikan peringatan keras kepada jajaran Dinas Perdagangan (Disdag) dan Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP).

    Ia memerintahkan verifikasi ulang terhadap 480 data yang telah masuk untuk memastikan kebenaran di lapangan.

    “Saya belum meresmikan Pasar Pagi karena saya ingin semua ini benar-benar clear. Saya instruksikan kepala dinas untuk menelusuri kembali data tersebut. Jika nanti setelah diverifikasi ternyata memang ada sisa kios seperti klaim bapak-ibu maka sisa itulah yang akan kita distribusikan secara setransparan mungkin,” lanjutnya.

    Andi Harun bahkan menantang aparat penegak hukum dari unsur Kejaksaan dan Kepolisian untuk ikut mengawal proses input data ini agar tidak ada ruang bagi permainan oknum di internal birokrasi.

    Aksi tersebut berakhir dengan suasana yang lebih kondusif setelah wali kota menjanjikan ruang diskusi khusus bagi perwakilan pedagang dan penasihat hukum mereka untuk mengawal sinkronisasi data 704 kios yang diperdebatkan.

    Bagi para pedagang, kepastian ini sangat krusial mengingat bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Mereka berharap komitmen satu nama satu kios dari wali kota benar-benar menjadi solusi yang adil bagi 379 pedagang yang selama ini merasa terpinggirkan oleh sistem.

     

    Andi Harun Pasar Pagi Samarinda Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026

    Gap Perlindungan Tembus 200 Persen, Andi Harun Desak Pekerja Rentan Samarinda Masuk BPJS

    Agustus 12, 2026

    Andi Harun Bocorkan Rancangan APBD Samarinda 2027: Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Efisiensi Tetap Jalan

    Agustus 12, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    R’syaAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mobil Donor Darah DORAMI RS IA Moeis Samarinda telah mengumpulkan sekitar 300…

    SDN 005 Loa Buah Kekurangan Enam Ruang Kelas, 370 Siswa Terpaksa Belajar Dua Sif

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,275 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.