Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Asisten I Pemkot Asbun,Korlap Aksi Suryanata : Kemarin Kami di Represif, Sekarang di Fitnah
    Daerah

    Asisten I Pemkot Asbun,Korlap Aksi Suryanata : Kemarin Kami di Represif, Sekarang di Fitnah

    MartinusBy MartinusAgustus 14, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Penulis : Asya – Editor : Redaksi
    Insitekaltim,Samarinda – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Suara Rakyat Nusantara (Suryanata) menanggapi pernyataan Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Tejo Sunarnoto terkait dugaan mahasiswa yang melakukan aksi demo berbau alkohol, Selasa (13/08/2019) kemarin, di Balaikota Samarinda.
    Korlap aksi Suryanata, Yohanes Ricardo, mengkritik Tejo yang tidak paham situasi kejadian peristiwa represifitas (pengeroyokan, penganiayaan, dan pemukulan) terhadap 8 aktivis dan pengrusakan warung kopi.
    “Harusnya Tejo tidak terlalu sempit menyimpulkan kasus yang didengarnya sebatas opini Satpol PP Samarinda sendiri. Akibatnya, dia hanya memperkeruh situasi masalah dan semakin gaduh,” kritik Ricardo yang disampaikan kepada redaksi ,Rabu (14/8/2019)
    Sebagai Pemkot, tambah Ricardo, Tejo harus bisa memposisikan ditengah dan tidak berpihak kepada pihak manapun. Dirinya harus secara jernih dalam menggali fakta realitas, agar tidak membenarkan perilaku Satpol PP Samarinda berwatak premanisme yang mengakibatkan cidera terhadap 8 aktivis mahasiswa.
    “Jadi, mereka bertanya identitas korban dengan cara arogan, 8 korban sempat menolak dan akhirnya menunjukkan identitas kepada petugas. Korban hanya minum kopi dan tidak konsumsi miras seperti yang dituduhkan,” paparnya.
    Ricardo mengatakan, pihaknya berharap Pemkot tegas menuntaskan kasus ini secepat mungkin sesuai aturan hukum dan prosedural yang berlaku.
    “Harus diusut agar tidak membiarkan kasus ini terus menguap dan membiarkan perilaku Satpol PP semakin merajalela. Supaya kedepannya tindakan brutal ini tidak terulang kembali terhadap mahasiswa yang juga bagian masyarakat,” katanya.
    Berita sebelumnya, Tejo mengungkapkan, Satpol PP memberikan keterangan kepada Pemkot bahwa mahasiswa yang melakukan aksi dalam kondisi berbau miras.
    “Kalau misalnya dari mahasiswa itu bisa diajak bicara baik-baik tidak masalah. Karena yang saya dengar dari Satpol-PP, mereka ketika itu disinyalir berbau alkohol,” ungkapnya.
    Tejo melanjutkan, tujuan Satpol-PP ialah untuk menertibkan miras dan rombong yang ada disitu, tetapi di lokasi keributan tersebut, bukti adanya miras tidak ditemukan.
    “Tidak ditemukan barang buktinya (miras), cuma diantara mereka ada yang minum. Sehingga mungkin mudah tersulut emosi. Teman-teman Satpol-PP ,juga mungkin tidak bisa mengendalikan diri dan terjadi kasus tersebut,”ungkapnya.
    Dia menambahkan,tidak diketahui siapa yang duluan memukul, hanya saja Pemerintah Kota sendiri sudah memproses kasus ini di lingkungan internal Satpol-PP.
    “Terkait kasus yang sudah dilaporkan ke kepolisian, kita menggantungkan semuanya kepada proses. Kalau memang oknum Satpol-PP yang terbukti melakukan pemukulan terlebih dahulu, ada hukum dan tindakannya. Baik dari sisi pidananya atau pun dari sisi pembinaan Pemerintah Kota melalui Pak Wali nanti,” tutupnya

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Keluarga Edianto Wongso Laporkan Dokter RSUD AWS ke Polisi Dugaan Kelalaian Medis

    Oktober 7, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.