Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda kini harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nasib puluhan calon siswa yang terancam putus sekolah akibat kaku-nya sistem zonasi digital.
Untuk menyisir sisa ruang yang ada, instansi ini memastikan seluruh data bangku kosong di belasan SMP negeri akan dirangkum total pada akhir pekan ini agar anak-anak yang tercecer bisa segera diselamatkan.
Langkah darurat ini diambil setelah adanya desakan dari parlemen dan gelombang aduan wali murid yang mendapati anak mereka terlempar jauh dari radius tempat tinggal.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Samarinda Andi Tenri Sumpala membenarkan proses rekapitulasi data sisa daya tampung SMP negeri di seluruh kecamatan sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada Sabtu, 4 Juli 2026.
“Untuk SD alhamdulillah sudah jalan dengan lancar, sudah selesai. Dan insyaallah kalau untuk SMP itu sudah selesai juga dan nanti tanggal 4 terakhir itu sudah dirangkum semua,” ujar Andi Tenri, Rabu, 1 Juli 2026.
Pemetaan bangku kosong ini menjadi kunci utama penyelesaian sengkarut Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pihak dinas tidak menampik adanya ketimpangan serapan proyeksi kuota di lapangan, beberapa sekolah di kluster padat penduduk telah mengunci status penuh, sementara sekolah di wilayah lain justru kekurangan pendaftar.
“Ada yang sudah full, ada yang memang sudah terpenuhi kuotanya, ada juga yang masih kekurangan kuota. Jadi, anak-anak kita yang memang belum mendapatkan sekolah, insyaallah semuanya akan terpenuhi,” jelasnya.
Melalui data sapu jagat yang akan difinalisasi akhir pekan ini, Disdikbud akan langsung mengarahkan anak-anak yang belum mendapatkan kepastian sekolah untuk mengisi kursi-kursi kosong yang tersisa.
Skema pengalihan manual ini diyakini menjadi solusi paling realistis agar hak pendidikan anak-anak di Samarinda tetap terpenuhi tanpa harus terganjal tembok sistem regulasi zonasi murni.
Disinggung mengenai dokumen puluhan siswa bermasalah yang sebelumnya dihimpun oleh lembaga pendamping TRC PPA Kaltim, Andi Tenri menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi data tersebut.
Pihak dinas memastikan posko pelayanan pemenuhan hak siswa akan terus bergerak secara intensif agar seluruh urusan administrasi rampung sebelum tahun ajaran baru bergulir pada 13 Juli mendatang.
“Sudah datang ke Disdikbud iItu juga kita sudah terima dengan baik dan kita sudah komunikasi dengan mereka. Insyaallah dari dinas akan ada penyelesaian untuk itu,” terangnya.
Ia meminta para orang tua murid tidak panik, sebab ruang bagi anak-anak untuk mengecap pendidikan di sekolah negeri masih terbuka melalui koridor kebijakan sisa kuota ini.
“Teknisnya mungkin seperti itu, artinya sebelum orang masuk sekolah. Insyaallah, mudah-mudahan bisa ya,” tambahnya.
Meskipun saat ini Disdikbud masih berfokus pada penanganan darurat di hulu-hilir teknis pendaftaran dan pelaporan progres kegiatan dinas, Andi Tenri berjanji riak-riak konflik koordinat serta ketimpangan kuota rayon akan menjadi catatan merah untuk dibenahi.
“Evaluasi pasti kita secara menyeluruh untuk SPMB, insyaallah semuanya pasti akan ada evaluasi. Setiap kita melakukan sesuatu itu pasti ada evaluasinya untuk tahun ke depan,” tegasnya.
Pihaknya akan menguliti seluruh kendala operasional pasca-penyelesaian pendaftaran manual ini sebagai bahan rujukan utama dalam menyusun regulasi SPMB yang lebih matang dan ramah masyarakat pada tahun depan.
“Apa sih kendala-kendala yang ada di SPMB seperti ini, itu akan menjadi bahan evaluasi kita untuk ke depan,” pungkas Andi Tenri.

