Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membidik kerja sama dengan Australia di bidang pendidikan dan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia untuk Makassar Todd Dias di Balai Kota Samarinda, Rabu, 28 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Harun mengungkapkan Pemkot Samarinda tengah menyiapkan kerja sama khusus dengan pemerintah provinsi di Australia untuk membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa asal Samarinda. Menurutnya, setiap tahun terdapat potensi sekitar 10 hingga 20 mahasiswa yang dapat melanjutkan pendidikan di Negeri Kanguru melalui dukungan pembiayaan pemerintah.
“Kami berencana meresmikan kerja sama khusus dengan pemerintah provinsi di Australia. Harapannya, ada peluang beasiswa dan skema pembiayaan bagi mahasiswa Samarinda mulai dari kuliah hingga lulus,” ujarnya.
Selain pendidikan, Andi Harun juga menaruh perhatian terhadap perkembangan AI. Ia mengatakan teknologi tersebut perlu dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, bukan sekadar menjadi teknologi yang digunakan tanpa arah.
Karena itu, Pemkot Samarinda berencana mengirim aparatur sipil negara (ASN) untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik di Australia, terutama pada bidang pengembangan AI.
“Nanti biayanya ditanggung Pemkot. Yang penting warga kota bisa kuliah di sana. Kalau bisa, di bidang pengembangan AI, itu lebih bagus lagi,” jelasnya.
Andi Harun menilai hubungan Indonesia dan Australia yang telah terjalin selama ini menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor. Ia berharap pergantian Konsul Jenderal Australia tidak menghambat hubungan baik yang telah dibangun.
“Saya berharap penggantinya nanti sama aktifnya dengan Todd Dias. Saya akui, hebatnya Konsul Jenderal Australia ini berkantor di Makassar, tapi jangkauan komunikasinya luas,” tuturnya.
Sementara itu, Todd Dias yang akan mengakhiri masa tugasnya di Indonesia pada pekan depan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang selalu diberikan Pemerintah Kota Samarinda selama dirinya bertugas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota. Setiap kali kami datang ke Samarinda, selalu diterima dengan baik,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Todd juga menjelaskan batalnya investor asal Australia yang sebelumnya direncanakan terlibat dalam proyek pengembangan RSUD IA Moeis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) terjadi akibat miskomunikasi antara investor dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), bukan dengan Pemkot Samarinda.
Meski demikian, Todd memastikan peluang investasi dan kerja sama antara Australia dengan Pemerintah Kota Samarinda masih terbuka.
“Saya berharap peluang investasi dan kerja sama antara Australia dengan Pemkot Samarinda masih terbuka lebar,” pungkasnya.

