Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menepis rumor yang beredar di media sosial mengenai rencana dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, sekaligus mempersiapkan putranya Muhammad Afif Rayhan Harun untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda.
Politisi Gerindra tersebut menegaskan, secara konsisten menolak praktik politik dinasti dalam karier politik keluarganya. Isu yang berkembang di jagat maya tersebut dinilai Andi Harun bukan sekadar informasi hoaks, melainkan sebuah narasi fitnah yang tidak mendasar.
Andi Harun menyatakan dirinya merupakan tipikal politisi yang menghormati proses berjenjang dan prinsip-prinsip dasar demokrasi. Oleh sebab itu, ia secara personal melarang putranya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim untuk masuk dalam bursa pencalonan kepala daerah di Samarinda.
“Saya tegaskan Afif saya larang untuk maju karena saya konsisten pada wacana anti politik dinasti. Silakan catat besar-besar, tidak pernah ada niat seujung kuku pun dari saya. Kalian boleh tagih janji saya ini nanti di tahun 2030 jika saya berbohong,” ujar Andi Harun di DPRD Samarinda, Kamis 25 Juni 2026 malam.
Ia juga menyayangkan masifnya tudingan di media sosial yang menyebut dirinya tengah menyusun strategi estafet kekuasaan di tingkat kota demi memuluskan langkahnya menuju kursi gubernur.
“Narasi di media sosial itu bukan sekadar hoaks, tapi sudah membuat fitnah yang sangat besar. Saya tidak tahu siapa pihak di balik itu, tetapi saya pastikan bahwa isu tersebut adalah kebohongan yang teramat besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Harun membeberkan dinamika internal keluarganya. Ia mengaku sempat berdiskusi dan meminta Afif untuk mundur dari posisinya sebagai anggota DPRD Kaltim guna menghindari persepsi publik yang bias.
Namun, sang anak menolak dengan alasan tanggung jawab moral terhadap konstituen yang telah memilihnya di Samarinda.
“Sebulan lalu saya berdiskusi dengan anak saya dan bertanya apakah dia mau mundur dari DPR. Jawabannya cukup baik dan bisa saya terima. Dia mengatakan bahwa jabatan ini adalah kepercayaan masyarakat Samarinda yang harus dia selesaikan,” ungkap Andi Harun.
Meski begitu, Andi Harun tetap memberikan peringatan keras bahwa urusan politik tidak boleh mengorbankan integritas keluarga.
“Saya ingatkan kepada dia bahwa tanggung jawab keluarga jauh lebih utama daripada kegiatan politik apa pun. Saat keluarga meminta kita untuk berhenti, maka apa pun posisi yang menjanjikan di luar sana, tinggalkan,” tegasnya.

