Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    35 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Korpri Loa Bakung Tagih SHM, Gubernur Siap Cari Jalan Hukum

    Mei 18, 2026

    Polri Bangun Kekuatan dari Timur, Samarinda Jadi Titik Awal Penguatan Keamanan Kaltim

    Mei 18, 2026

    Syahariah: Tak Boleh Lagi Ada Proyek Bangunan Sekolah Mangkrak

    Mei 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Anak Adalah Aset Bangsa, Kekerasan Harus Dihentikan!
    Pemkot Samarinda

    Anak Adalah Aset Bangsa, Kekerasan Harus Dihentikan!

    LarasBy LarasJuni 24, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda Ibnu Araby
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada bulan Desember tahun 2023, Kota Samarinda mendapat posisi pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kota dengan tingkat kekerasan perempuan dan anak tertinggi.

    Teks: Bimbingan Teknis Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (Bimtek LPKRA) pada Satuan Pendidikan di Kota Samarinda

    Sebanyak 498 kasus yang meliputi, 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 189 kasus kekerasan terhadap anak dan berdasarkan sumber serupa, kasus kekerasan di tahun 2024 bulan Mei sudah mencapai 99 kasus, yang terdiri dari 46 kasus kekerasan pada perempuan dan 53 kasus kekerasan anak.

    Melihat data tersebut, membuat banyak pihak khawatir. Padahal menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda Ibnu Araby, anak merupakan aset bangsa yang sangat menentukan masa depan suatu negara.

    Oleh karena itu, melindungi anak menjadi tugas bersama demi menyiapkan anak sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Di mana, menyiapkan SDM yang berkualitas ini berarti berupaya membangun dan menyejahterakan kehidupan negara kelak.

    Maka itu, Ibnu menyebutkan pentingnya pemberian bekal kepada anak. Bekal yang dimaksud bukan saja tentang mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk menyokong tumbuh kembang anak, tetapi bekal ini ia tekankan mengenai keimanan, kepribadian yang luhur, jiwa dan semangat kebangsaan kepada anak.

    “Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi manusia berbudi luhur,” ujarnya dalam Bimbingan Teknis Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (Bimtek LPKRA) pada Satuan Pendidikan di Kota Samarinda di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Senin (24/6/2024).

    “Anak merupakan aset suatu bangsa, yang sangat menentukan wujud dan kehidupan masa depan suatu bangsa. Oleh karena itu adalah tugas kita bersama untuk menyiapkan anak sebagai generasi muda yang berkualitas,” sambungnya.

    Ibnu menjelaskan bahwa SDM yang berkualitas harus dipersiapkan sejak dari satuan pendidikan terkecil, mulai dari yang utama dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

    Persiapan SDM yang lebih baik harus dimulai dengan membekali anak-anak bimbingan dan aturan yang berlandaskan Pancasila. Namun, ia mengakui adanya tantangan besar yang dihadapi dalam satuan pendidikan, yaitu tindak kekerasan yang masih sering terjadi di sekolah.

    Kekerasan pada anak harus dihentikan. Ibnu menegaskan bahwa menghentikan kekerasan adalah tugas semua pihak. Tidak saja orang tua, tenaga pendidik di sekolah, orang-orang di lingkungan anak juga harus berperan aktif untuk menanggulangi kekerasan terhadap anak.

    Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan dan generasi mendatang dapat tumbuh dengan aman dan sejahtera.

    “Permasalahan ini harus terus ditanggulangi untuk mewujudkan visi Presiden RI dalam melahirkan SDM berkualitas,” tutupnya.

    Ibnu Araby SDM SIMFONI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Mulai Akhir Mei, Disdikbud Siapkan Sistem Online dan Satgas Pengawasan

    Mei 5, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    April 29, 2026

    750 Guru PAUD dan TK Samarinda Ikuti Pelatihan, Pemkot Tekankan Penguatan Empati dan Kompetensi Pengajar

    April 27, 2026

    IMM Kaltim Soroti Isu Lingkungan Hingga SDM, Tegaskan Peran Strategis Mahasiswa dalam Kebijakan Daerah

    April 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    35 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Korpri Loa Bakung Tagih SHM, Gubernur Siap Cari Jalan Hukum

    Ratu ArifanzaMei 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penantian panjang warga Perumahan Korpri Loa Bakung untuk memperoleh Sertifikat Hak Milik…

    Polri Bangun Kekuatan dari Timur, Samarinda Jadi Titik Awal Penguatan Keamanan Kaltim

    Mei 18, 2026

    Syahariah: Tak Boleh Lagi Ada Proyek Bangunan Sekolah Mangkrak

    Mei 18, 2026

    Tarik Event Nasional ke Samarinda, DPRD Ingatkan Fasilitas Jangan Tertinggal

    Mei 18, 2026

    Anggaran Kaltim Terbatas, Gratispol Diusulkan Fokus ke SMA-SMK dan Warga Kurang Mampu

    Mei 18, 2026
    1 2 3 … 3,096 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.