Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    PSSI Samarinda Pastikan Piala Soeratin Tetap Digelar, Jalur Menuju Putaran Nasional Tak Boleh Terputus

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Amparan Tatak Jadi Primadona Takjil, Pedagang Sebut Paling Cepat Habis
    Samarinda

    Amparan Tatak Jadi Primadona Takjil, Pedagang Sebut Paling Cepat Habis

    RidhoBy RidhoMaret 19, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kue Amparan tatak menjadi primadona makanan pembuka puasa (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kue basah tradisional amparan tatak menjadi salah satu takjil yang paling diminati masyarakat selama bulan Ramadan.

    Salah satu pedagang kue basah yang berjualan takjil Ramadan Marni menyampaikan, dibandingkan dengan kue basah lainnya amparan tatak selalu menjadi incaran dan yang paling cepat habis diburu pembeli menjelang waktu berbuka puasa. Kue berbahan dasar tepung, santan, dan pisang ini dikenal memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut yang cocok disantap saat berbuka.

    “Kalau dibandingkan kue lain, amparan tatak memang paling diminati. Hampir setiap hari itu yang paling cepat habis,” ujar Marni, Kamis, 19 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, tingginya minat pembeli membuat dirinya harus menambah jumlah produksi kue tersebut. Bahkan dalam sehari, Ibu Marni bisa membawa hingga dua loyang amparan tatak untuk dijual, guna memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat setiap harinya.

    “Biasanya saya sampai bawa dua loyang, dan alhamdulillah selalu habis,” tambahnya.

    Meski demikian, Ibu Marni menegaskan bahwa kue basah lainnya yang ia jual tetap memiliki peminat. Beberapa jenis kue seperti kue lapis, dadar gulung, dan gorengan lainnya masih diminati pembeli, terutama oleh pelanggan yang ingin variasi takjil.

    “Kue yang lain bukan berarti tidak laku, tetap ada yang beli. Tapi memang kadang masih ada sisa sampai waktu berbuka,” jelasnya.

    Ia juga menyebut, pembeli biasanya mulai ramai sejak sore hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Banyak warga yang sengaja mencari takjil tradisional karena rasanya yang familiar dan mengingatkan pada hidangan khas daerah.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa selera masyarakat terhadap takjil tradisional masih cukup tinggi, khususnya untuk jenis kue yang memiliki cita rasa khas seperti kue amparan tatak.

    Selain rasanya yang lezat, harga yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat kue ini diminati berbagai kalangan.

    Menutup pernyataannya, Ibu Marni berharap usahanya dapat terus berkembang di tahun-tahun mendatang. Ia juga berharap penjualannya semakin meningkat pada Ramadan berikutnya.

    “Harapan saya untuk Ramadan tahun depan, semoga rezeki bisa ditambah lagi dan jualan makin lancar,” pungkasnya.

     

    Amparan Tatak Bulan Ramadan Takjil
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    PT PSB Persilakan Sengketa Ketenagakerjaan hingga Dugaan Pelanggaran Diuji di Pengadilan

    Juni 30, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Kearifan Dayak Kenyah Jadi Pelajaran Menjaga Alam dan Identitas Samarinda

    Juni 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    R’syaJuli 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penegakan peraturan daerah (Perda) di Kota Samarinda dinilai tidak dapat dilakukan hanya…

    PSSI Samarinda Pastikan Piala Soeratin Tetap Digelar, Jalur Menuju Putaran Nasional Tak Boleh Terputus

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    Ungkap 3 Temuan Krusial di BPKAD, DPRD Beberkan Utang Daerah Bengkak Rp600 Miliar

    Juli 1, 2026

    Seno Aji Bantah Isu Keretakan, Tegaskan Andi Harun Tetap Diundang dalam Rapat Anggota

    Juli 1, 2026
    1 2 3 … 3,183 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.