Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    November 1, 2026

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Alarm dari Alam, 862 Bencana Terjadi di Kaltim Sepanjang 2025
    Diskominfo Kaltim

    Alarm dari Alam, 862 Bencana Terjadi di Kaltim Sepanjang 2025

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJanuari 31, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Salah satu bencana banjir yang terjadi di Kaltim (ist/Pusdalops BPBD Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Sepanjang tahun 2025, Kalimantan Timur (Kaltim) dilanda rentetan bencana dengan jumlah kejadian yang cukup tinggi.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat sebanyak 862 kejadian bencana, dengan banjir sebagai bencana yang paling dominan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyebutkan, banjir tercatat sebagai bencana paling sering terjadi sepanjang tahun lalu.

    “Banjir paling sering terjadi dengan 268 kejadian, disusul kebakaran permukiman sebanyak 259 kejadian dan tanah longsor 149 kejadian,” katanya Jumat, 30 Jamuari 2026.

    Sebaran bencana tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Kaltim. Kota Samarinda menempati urutan tertinggi dengan 232 kejadian, disusul Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara. Wilayah kota dan kabupaten yang berkembang pesat justru menjadi kawasan paling rentan, seiring meningkatnya tekanan pembangunan dan perubahan bentang alam yang berlangsung cepat.

    Dampak bencana dirasakan secara luas oleh masyarakat. Lebih dari 40 ribu rumah mengalami kerusakan, ratusan fasilitas publik terdampak, serta sejumlah ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan hingga terputus.

    Kondisi ini tidak hanya merusak fisik wilayah, tetapi juga mengganggu sistem kehidupan warga, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi lokal.

    Korban manusia turut menambah daftar dampak bencana sepanjang 2025. Tercatat 79 orang meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan hilang, sementara ratusan lainnya terluka dan terpaksa mengungsi.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak lagi menjadi ancaman yang jauh, melainkan hadir di tengah permukiman dan dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

    Selain itu, kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan lebih dari 333 hektare wilayah menjadi penanda lain terganggunya keseimbangan lingkungan. Di saat yang sama, total kerugian materi mencapai Rp40,79 miliar, angka yang menunjukkan bahwa biaya kerusakan jauh lebih besar dibandingkan upaya pencegahan.

    Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim ini menjadi alarm keras bagi kebijakan tata ruang dan pembangunan daerah. Tanpa perlindungan kawasan lindung, pengendalian alih fungsi lahan, serta penataan permukiman berbasis risiko bencana, potensi kejadian serupa dinilai akan terus berulang.

    Bencana yang terjadi bukan semata peristiwa alam. Di balik 862 kejadian bencana sepanjang 2025, tersimpan persoalan lama yang kian mendesak, yakni tekanan terhadap lingkungan dan rapuhnya tata ruang.

    Pola ini memperlihatkan benang merah berupa menyempitnya ruang hidup, tergerusnya kawasan resapan, serta pertumbuhan permukiman yang tidak diimbangi perlindungan alam yang memadai.

    Tahun 2025 menjadi pelajaran penting bahwa bencana bukan hanya takdir alam, melainkan juga cerminan dari pilihan-pilihan pembangunan. Selama ruang terus dipaksa tanpa memberi jeda bagi alam untuk bernapas, Kaltim dikhawatirkan akan terus berada dalam siklus bencana yang sama.

     

    Bencana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Kukar Catat Luas Terbesar

    Oktober 25, 2026

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    Oktober 21, 2026

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    BPBD Tak Beri Penilaian soal Status Bencana Nasional, Sebut Penanganan Karhutla Terus Berjalan

    Oktober 20, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    Juli 27, 2026

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    Juli 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim – Pernah membuka media sosial hanya untuk melihat satu berita, tetapi akhirnya terus menggulir layar…

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.