Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Setujui Tuntutan, Ribuan Massa Lanjutkan Aksi ke Kantor Gubernur

    April 21, 2026

    Aksi Disabilitas di Samarinda, Tuntut BST Dikembalikan dan Akses Kerja Diperluas

    April 21, 2026

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Aksi Disabilitas di Samarinda, Tuntut BST Dikembalikan dan Akses Kerja Diperluas
    Samarinda

    Aksi Disabilitas di Samarinda, Tuntut BST Dikembalikan dan Akses Kerja Diperluas

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua KOPPADIS Kaltim, Muhammad Ali bersama Koordinator aksi Veronika saat diwawancarai sejumlah wartawan (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Puluhan penyandang disabilitas di Kalimantan Timur (Kaltim) turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Samarinda, Senin 21 April 2026. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari pengembalian bantuan sosial hingga akses yang lebih luas terhadap lapangan kerja.

    Ketua Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas Indonesia (KOPPADIS) Kaltim Muhammad Ali menyebutkan, aksi tersebut menjadi langkah awal bagi komunitas disabilitas untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

    “Ini pertama kalinya kami ikut aksi seperti ini di Kaltim. Untuk sementara kami masih menunggu arahan lanjutan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan salah satu tuntutan utama adalah pengembalian Bantuan Sosial Terencana (BST) yang sebelumnya rutin diterima setiap tahun. Program tersebut kata dia, sudah berjalan sejak masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek hingga Isran Noor.

    Namun, dalam periode pemerintahan saat ini, bantuan tersebut disebut tidak lagi diberikan.

    “Dulu setiap tahun kami dapat BST bahkan kuotanya sempat bertambah. Sekarang justru tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

    Selain itu, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi sorotan. Ia menilai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih sangat terbatas, baik di sektor pemerintah maupun swasta.

    “Masih banyak yang belum memberi ruang. Padahal kami juga punya kemampuan untuk bekerja,” katanya.

    Keluhan lain yang disampaikan terkait layanan kesehatan khususnya kepesertaan BPJS yang disebut banyak mengalami kendala atau tidak aktif.

    Sementara itu Koordinator aksi dari penyandang ll lh disabilitas Veronika, menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada penyandang disabilitas.

    “Kami kecewa. Hak-hak kami seperti diabaikan,” tegasnya.

    Ia menegaskan melalui aksi tersebut pihaknya berharap pemerintah dapat segera mengembalikan program BST, memastikan akses layanan kesehatan, serta membuka peluang kerja yang lebih inklusif.

    Menurutnya kebutuhan penyandang disabilitas tidak hanya sebatas bantuan, tetapi juga kesempatan untuk hidup mandiri.

    “BST itu penting tapi kami juga butuh kerja. Kami ingin diberi kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Dalam aksi tersebut sekitar 30 peserta disabilitas terlibat secara langsung. Jumlah tersebut disebut menyesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta.

    Meski menyampaikan kritik massa aksi tetap mengedepankan pendekatan damai dan mengapresiasi aparat keamanan yang telah memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.

    “Kami berterima kasih kepada aparat yang sudah membantu dan memastikan kami tetap nyaman selama aksi,” tutupnya.

    30 peserta disabilitas BST KOPPADIS Muhammad Ali Veronika
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Aksi Disabilitas di Samarinda, Tuntut BST Dikembalikan dan Akses Kerja Diperluas

    April 21, 2026

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Aksi 21 April Dijaga Ketat, Wali Kota Samarinda Minta Pengamanan Satu Komando

    April 20, 2026

    Pemkot Samarinda Salurkan Rp3,1 Miliar Bantuan Parpol, Pengelolaan Dana Dinyatakan Bersih

    April 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Setujui Tuntutan, Ribuan Massa Lanjutkan Aksi ke Kantor Gubernur

    Andika SaputraApril 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) melanjutkan aksi…

    Aksi Disabilitas di Samarinda, Tuntut BST Dikembalikan dan Akses Kerja Diperluas

    April 21, 2026

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.