Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    75 Pompa Disalurkan ke Kaltim, Kukar Dapat Jatah Terbanyak

    September 24, 2026

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Akses Sanitasi Samarinda Capai 78 Persen, Pemkot Kejar Kesenjangan Layanan hingga 2030
    Pemerintah

    Akses Sanitasi Samarinda Capai 78 Persen, Pemkot Kejar Kesenjangan Layanan hingga 2030

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun menandatangani dukungan komitmen pelaksanaan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Samarinda, Kamis, 24 September 2026. (Foto: Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menghadapi pekerjaan besar dalam menuntaskan persoalan sanitasi. Meski akses sanitasi layak telah mencapai 78 persen, pemerintah daerah masih menemukan kesenjangan layanan yang ditargetkan dapat diselesaikan hingga 2030.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pemkot kini menyusun arsitektur implementasi Strategi Sanitasi Kota (SSK) untuk periode 2026–2030. Perencanaan tersebut mencakup sejumlah persoalan utama, mulai dari persampahan, air limbah domestik hingga pengelolaan lumpur tinja.

    “Walaupun secara akses layak kita sudah mencapai pada angka 78 persen, tapi kita harus menarget untuk menyelesaikan sampai 2030,” kata Andi Harun dalam Pemaparan Strategi Sanitasi Kota Tahun 2026–2029 di Gedung Arutala, Bapperida Kota Samarinda, Kamis 24 September 2026.

    Persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas, tetapi juga bagaimana limbah rumah tangga dan tinja dikelola secara aman. Berdasarkan data Pemkot Samarinda 2025, akses aman air limbah domestik baru mencapai 13,52 persen, sedangkan akses layak yang mencakup akses aman berada di angka 78 persen.

    Kesenjangan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam percepatan pembangunan sanitasi Samarinda. Pemkot sebelumnya juga telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2026 yang akan diperkuat dengan sejumlah Peraturan Wali Kota, termasuk terkait layanan lumpur tinja terjadwal serta mekanisme insentif dan disinsentif.

    Selain air limbah domestik, pengelolaan sampah menjadi bagian lain yang harus dibenahi. Pemkot mencatat Samarinda telah memiliki berbagai sarana pengelolaan sampah, namun layanan kepada rumah tangga dan tingkat pengolahan sampah masih menjadi tantangan.

    Andi Harun menegaskan, pencapaian target 2030 tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan sektor swasta dinilai menjadi bagian penting dalam menutup kesenjangan layanan sanitasi.

    “Ini tidak hanya sekadar dari pemerintah, tapi butuh peran serta dari masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar pembangunan sanitasi tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.

    “Kalau semua terkoreksi dengan baik, pemerintah, dunia usaha, swasta, dan masyarakat, kita akan optimis 2030 kita menyelesaikan gap yang masih ada di kita,” terang Andi Harun.

    Penyusunan SSK 2026–2030 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot mempercepat layanan sanitasi sekaligus memperkuat tata kelola persampahan dan air limbah domestik di Samarinda. Sebelumnya, Pemkot juga telah melakukan pembahasan tindak lanjut SSK bersama sejumlah perangkat daerah dan kecamatan untuk memperkuat pelaksanaan program sanitasi di lapangan.

    Andi Harun Pemkot Samarinda Sanitasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    75 Pompa Disalurkan ke Kaltim, Kukar Dapat Jatah Terbanyak

    September 24, 2026

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Tahun Depan Pendataan Seragam Gratispol Kaltim Bakal Masuk Form SPMB

    September 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah…

    75 Pompa Disalurkan ke Kaltim, Kukar Dapat Jatah Terbanyak

    September 24, 2026

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026

    Akses Sanitasi Samarinda Capai 78 Persen, Pemkot Kejar Kesenjangan Layanan hingga 2030

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,361 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.