Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah
    Pemkot Samarinda

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    SintaBy SintaNovember 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: TPS Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas pengolahan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di Kota Samarinda, para pemulung yang selama ini beraktivitas di tempat penampungan sementara (TPS) kini mulai dilibatkan secara lebih terorganisasi untuk mendukung pengelolaan sampah.

    Langkah tersebut diterapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melalui program mitra pemilah di TPS Baqa. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kawasan TPS, tetapi juga memastikan sampah terpilah dengan baik sebelum memasuki proses pengolahan menggunakan mesin insinerator.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan pengawasan dalam penerapan sistem TPS terpilah.

    Menurutnya, pengawasan yang sepenuhnya mengandalkan petugas kecamatan, kelurahan, dan DLH tidak mudah dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut lantaran masing-masing instansi juga memiliki tugas dan tanggung jawab lain.

    “Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi dengan melibatkan masyarakat yang beraktivitas di TPS. Mereka kami bentuk menjadi mitra pemilah agar pengelolaan sampah bisa lebih tertata dan pengawasannya berjalan lebih efektif,” Ungkap Taufiq sapaan karibnya. Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Melalui mekanisme tersebut, DLH terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap para pemulung yang bersedia terlibat. Selanjutnya, mereka ditetapkan melalui surat keputusan (SK) sehingga memiliki kejelasan status dan kewenangan dalam membantu pengelolaan sampah di TPS, termasuk mengambil sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

    Menariknya, program ini tidak menggunakan skema pemberian honor maupun insentif dari pemerintah. Para mitra pemilah memperoleh manfaat ekonomi dari hasil penjualan sampah bernilai jual yang mereka kumpulkan.

    Sebagai bentuk timbal balik, mereka berkewajiban menjaga kebersihan TPS dan memastikan proses pemilahan berjalan sesuai ketentuan.

    Taufiq menyebutkan, saat ini terdapat sekitar tujuh hingga delapan orang yang tergabung dalam kelompok mitra pemilah di TPS Baka. Setiap anggota diwajibkan memiliki identitas yang jelas, dilengkapi struktur organisasi sederhana dengan seorang ketua sebagai penanggung jawab kelompok.

    “Melalui pembentukan kelompok, aktivitas pemilahan menjadi lebih mudah diatur. Kami juga berkoordinasi dengan ketua kelompok agar bisa mengarahkan anggota dan memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib,” Ucapnya.

    Pembentukan kelompok tersebut sekaligus menjadi upaya mengatasi persoalan yang sebelumnya kerap ditemukan di lapangan. Aktivitas pemulung yang keluar masuk TPS tanpa pengaturan terkadang menyebabkan sampah yang telah ditata petugas kembali berhamburan dan mengganggu kebersihan lingkungan.

    Dengan adanya kelompok mitra pemilah, aktivitas di TPS diharapkan lebih terkoordinasi. Para anggota tidak hanya mengambil sampah yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kondisi kebersihan kawasan penampungan.

    “Keberadaan TPS terpilah memiliki peran penting dalam menunjang kinerja insinerator. Semakin baik proses pemilahan sejak awal, semakin optimal pula dukungan bahan yang masuk ke proses pengolahan,” Ujarnya.

    DLH Kota Samarinda pun membuka peluang untuk menambah jumlah anggota mitra pemilah apabila kebutuhan operasional di lapangan semakin meningkat. Penambahan personel dinilai penting agar pembagian tugas tetap seimbang dan seluruh aktivitas pemilahan dapat berjalan maksimal.

    “Kami tentu membuka ruang apabila kelompok membutuhkan tambahan anggota. Seperti di TPS Baka, awalnya hanya empat orang, kemudian mereka mengusulkan penambahan karena merasa kewalahan dengan aktivitas pemilahan yang harus ditangani,” Katanya.

    Melalui program mitra pemilah, DLH Samarinda berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu menjaga kebersihan TPS, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual. (ADV)

     

    DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar Sampah TPS Baqa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026

    932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama

    November 1, 2026

    Perkuat Manajemen ASN Berbasis Kompetensi, BKPSDM Samarinda Gelar Assessment Pro ASN

    November 1, 2026

    Cegah Penularan Rabies, Dinas Ketapang Samarinda Ajak Warga Manfaatkan Vaksinasi Gratis

    November 1, 2026

    Sekda Samarinda Tantang Seluruh OPD Raih Predikat Informatif, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas 2026

    Oktober 30, 2026

    FKUB Loa Janan Ilir Dibentuk, Dialog Antarumat Beragama Jadi Prioritas

    Oktober 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tren “Stop the Wedding” ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui tren ini,…

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026

    932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.