Insitekaltim, Samarinda – Penguatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya bertumpu pada peningkatan kinerja, tetapi juga pada pemetaan kompetensi dan potensi secara objektif.
Upaya tersebut dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda melalui kegiatan Penilaian Kompetensi Pro ASN yang berlangsung di Ruang Assessment Center BKPSDM Samarinda, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam membangun manajemen ASN berbasis kompetensi, sekaligus memastikan pengembangan karier aparatur berjalan lebih terarah sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik.
Pelaksanaan penilaian tersebut turut mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarbaru, Bajoe Loedi Hargono. Dalam kunjungannya, ia melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan asesmen guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Bajoe Loedi Hargono mengatakan, penilaian kompetensi memiliki peran penting dalam menghasilkan gambaran objektif mengenai kapasitas dan potensi aparatur. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi instansi pemerintah dalam menentukan arah pengembangan sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran.
“Penilaian kompetensi merupakan instrumen penting dalam mendukung penerapan manajemen ASN berbasis kompetensi. Melalui proses ini, instansi dapat memperoleh gambaran mengenai potensi dan kemampuan pegawai sebagai dasar pengembangan karier maupun peningkatan kapasitas aparatur,” Ungkap Bajoe.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan asesmen yang difasilitasi BKPSDM Kota Samarinda. Menurutnya, sinergi antara BKN dan pemerintah daerah diperlukan agar pengelolaan ASN semakin profesional, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan organisasi.
“Kami berharap hasil penilaian ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kota Samarinda. Dengan pemetaan kompetensi yang baik, pengembangan ASN dapat dilakukan lebih terarah sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” Ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bajoe Loedi Hargono juga menyerahkan Berita Acara Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Pro ASN kepada Kepala BKPSDM Kota Samarinda, Fiona Citrayani. Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian dari administrasi pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat koordinasi kelembagaan antara BKN dan Pemkot Samarinda.
Fiona Citrayani menyampaikan, pelaksanaan Penilaian Kompetensi Pro ASN merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan pengelolaan aparatur di lingkungan Pemkot Samarinda didasarkan pada kemampuan, potensi, dan kebutuhan organisasi.
“Melalui penilaian kompetensi ini, kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih objektif dan terukur mengenai kapasitas setiap ASN. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menyusun program pengembangan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan pegawai maupun organisasi,” Ujarnya.
Pada sesi kesembilan ini, kegiatan dialokasikan untuk 23 peserta yang berasal dari kalangan PNS di lingkungan Pemkot Samarinda. Proses penilaian dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis untuk mengidentifikasi potensi serta kompetensi masing-masing peserta.
Fiona menegaskan, hasil asesmen tidak semata-mata menjadi dokumen administratif, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia aparatur di lingkungan pemerintahan.
“Kami berharap hasil penilaian ini tidak berhenti pada pemetaan kompetensi saja, tetapi benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengembangan ASN. Dengan demikian, setiap pegawai dapat dikembangkan sesuai potensi dan kompetensinya,” Tegasnya.
Menurut Fiona, penguatan kapasitas aparatur merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi pemerintahan. ASN yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugas akan lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan produktivitas, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
“Target kami adalah mewujudkan ASN Samarinda yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki daya saing. Karena itu, pengembangan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berdasarkan kebutuhan nyata organisasi,” Katanya.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM Kota Samarinda berharap sinergi dengan BKN semakin kuat, khususnya dalam mendorong penerapan sistem manajemen ASN yang transparan, objektif, dan berbasis merit.
Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Pro ASN juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Samarinda untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, sehingga mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ADV)

