Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah pusat menyalurkan 75 unit pompa ke Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, pengairan pertanian hingga mengantisipasi banjir. Dari total bantuan tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat alokasi terbanyak dengan 19 unit.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan distribusi pompa tidak hanya didasarkan pada kebutuhan penanganan karhutla. Pemerintah mempertimbangkan potensi kekeringan lahan, kebutuhan pengairan pertanian dan risiko banjir di masing-masing kabupaten dan kota.
“Pembagian pompa ini bukan hanya untuk penanganan karhutla, tetapi juga untuk menangani kekeringan, pengairan pertanian dan juga nanti antisipasi banjir,” kata Buyung, Rabu 23 September 2026.
Dari 75 unit yang disalurkan, Kukar memperoleh 19 unit. Berikutnya Paser mendapat 12 unit, Kutai Barat delapan unit, Kutai Timur tujuh unit, Berau enam unit dan Penajam Paser Utara enam unit.
Sementara Samarinda dan Balikpapan masing-masing menerima lima unit. Mahakam Ulu mendapat tiga unit, Bontang dua unit, serta dua unit lainnya disiapkan sebagai cadangan.
Distribusi 75 Pompa: Kutai Kartanegara (19) Paser (12) Kutai Barat (8) Kutai Timur (7) Berau dan Penajam Paser Utara (6)
Samarinda dan Balikpapan (5) Mahakam Ulu (3) Bontang (2) serta cadangan| BPBD (2)
Buyung menjelaskan pompa tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian. Pendistribusiannya dilakukan setelah pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan dan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.
Penggunaan pompa tidak berhenti ketika penanganan karhutla selesai. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan lain sesuai kondisi daerah.
“Kalau saat ini mungkin untuk kekeringan dan karhutla, tapi di masa mendatang bisa dimanfaatkan juga untuk penanganan banjir dan pengairan sawah,” ujarnya.
Kebijakan tersebut membuat pompa diposisikan sebagai peralatan multifungsi. Saat kondisi darurat kebakaran dan kekeringan terjadi, pompa dapat digunakan untuk mendukung penanganan di lapangan. Ketika kondisi berubah, peralatan yang sama dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun menghadapi potensi banjir.
Pembagian bantuan ini berlangsung ketika Kaltim masih menghadapi ancaman karhutla. Selain dukungan peralatan darat, pemerintah juga menjalankan operasi udara untuk membantu pemadaman.
Buyung mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Kepala BNPB pada awal September untuk meminta dukungan operasi udara. Ada tiga hal yang dimohonkan, yakni patroli udara, water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Permintaan tersebut mulai ditindaklanjuti pada 8 September dengan pengerahan tim water bombing BNPB. Saat ini terdapat dua operasi water bombing di Kaltim, salah satunya menggunakan pesawat Damar Indah yang mulai beroperasi sejak 8 September.
“Pada tanggal 8 sudah mulai dilakukan patroli oleh tim water bombing dari BNPB. Ini terus-terusan dilakukan operasi water bombing,” kata Buyung.
Meski demikian, jangkauan operasi udara masih terbatas cakupan pemadaman dari udara terutama menjangkau Samarinda, Kukar, wilayah perbatasan Kukar hingga sebagian Kutai Timur yang berbatasan dengan Kukar.

