Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional
    DPRD Samarinda

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 7, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, saat ditemui awak media pada Senin, 7/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan para pedagang terkait pengelolaan pasar mulai menemukan titik terang.

    Kesepakatan mengenai pemindahan aktivitas grosir di lantai 6 dan 7 menjadi langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini muncul.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi mengatakan, pertemuan yang digelar bersama pihak terkait menunjukkan adanya keterbukaan komunikasi antara pemerintah dan pedagang.

    Menurutnya, persoalan pengelolaan pasar tidak mungkin diselesaikan hanya melalui satu atau dua kali pertemuan. Karena itu, diperlukan komunikasi secara berkelanjutan agar setiap persoalan dapat dibahas hingga menemukan solusi.

    “Masalah selama ini kan komunikasi. Nah, ini tadi sudah ada komunikasi. Bu Yama juga ada komitmen, setiap minggu akan ada dialog-dialog sampai permasalahan clear,” ujar Iswandi, Senin, 7 September 2026.

    Ia mengatakan kesepakatan mengenai pemindahan grosir di lantai 6 dan 7 baru menjadi tahap awal. Selanjutnya, pemerintah dan pedagang masih akan membahas mekanisme pelaksanaannya secara lebih rinci.

    Setelah persoalan tersebut selesai, pembahasan akan diarahkan pada upaya meningkatkan keramaian pasar, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas yang dapat menarik masyarakat untuk beraktivitas dan berbelanja di kawasan tersebut.

    “Semua permasalahan tidak akan mungkin diselesaikan dalam satu, dua, tiga kali pertemuan. Saya yakin itu. Ini tadi baru kesepakatan tentang pemindahan grosir lantai 6 dan 7. Nanti bertemu lagi bagaimana bicarakan mekanismenya,” jelasnya.

    Di sisi lain, Iswandi juga mengingatkan para pedagang agar memahami fasilitas pasar dibangun dan dikelola menggunakan anggaran pemerintah. Karena itu, keberadaan pedagang di dalamnya harus tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah kota.

    Ia menuturkan pembangunan pasar tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp400 miliar lebih. Bahkan, berdasarkan perhitungan biaya operasional, Pemkot Samarinda masih memberikan subsidi operasional sekitar Rp5 miliar per tahun dengan asumsi retribusi pedagang terpenuhi.

    “Alangkah zolimnya Anda meminta disubsidi terus sementara ini bisa dialokasikan untuk kegiatan lain,” tegasnya.

    Iswandi meminta pedagang tidak menganggap fasilitas pasar sebagai milik pribadi. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus dilakukan secara proporsional dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.

    Meski demikian, ia menekankan pemerintah juga perlu mendengar keluhan dan masukan pedagang. Langkah Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani yang dinilai mulai membuka ruang komunikasi secara rutin.

    “Yang penting sambil mendengar masukan dan keluhan mereka,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Ratu ArifanzaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim mengusulkan pemanfaatan dana yang…

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Dukung Kenyamanan Pedagang, Disdag Samarinda Koordinasikan Penyediaan Listrik Pasar Pagi

    Oktober 24, 2026

    Pembangunan RS Korpri Samarinda Disorot, Pemkot Minta Kajian Banjir hingga Andalalin

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,404 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.