Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    Oktober 18, 2026

    Diet Tanpa Tersiksa, Haruskah Beralih ke Minuman Diet atau Cukup Air Putih?

    Oktober 18, 2026

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian
    Daerah

    Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian

    MartinusBy MartinusNovember 8, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar BPOM Pusat di Samarinda menggelar acara Komunikasi Informasi dan Edukasi Kosmetika Memenuhi Syarat dengan tajuk ‘Cerdas Mengkonsumsi Pangan dan Menggunakan Kosmetik’ di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Jum’at (08/11/2019).
    Acara ini dihadiri oleh Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM, Kepala BPOM Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP.

    “Kita ingin masyarakat Kaltim sekarang menyiapkan diri sebagai SDM yang cerdas dalam berbagai hal. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi para ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga,” ungkap Hetifah.
    Ia mengatakan, dengan begitu maka daya kritis masyarakat sudah bertumbuh dengan baik.
    “Harus membiasakan diri akan itu, terutama dalam kehidupan sehari-hari kita,” lanjutnya.
    Terkait acara, Hetifah menyampaikan bahwa saat ini kita berada dalam lifestyle baru yang sifatnya lebih konsumtif.
    “Mungkin pengeluaran kita sangat meningkat. Bahkan sekarang orang merasa sangat miskin jika tidak memiliki lipstick,” sambungnya.
    Dan hal tersebut, kata Hetifah juga berlaku bagi pria.
    “Iya ternyata kosmetik itu pengertiannya banyak. Dari deodorant yang biasanya dipakai oleh pria. Nah hal itu seperti sesuatu yang dulu tidak diperlukan sekarang menjadi kewajiban. Disinilah gunanya masyarakat kritis agar sesuatu yang benar-benar dibutuhkan bisa digunakan sesuai fungsinya,” jelas Hetifah.

    Disisi lain, ekonomi kreatif yang saat ini sedang didorongkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk membuat sesuatu hal yang baru.
    Terkait itu, Hetifaf mengaku bahwa ia meminta kepada BPOM RI untuk menjelaskan fungsinya.
    “Obat-obatan tradisional seperti jamu dan lainnya merupakan sesuatu yang menarik, tapi tetap keamanan dan keselamatan publik harus dilindungi, masyarakat juga harus aktif. Jadi jangan sampai dirinya kreatif tapi ternyata kosmetik yang diproduksi membahayakan. Disisi lain konsumen juga harus memilih-milih, jangan sampai ingin yang murah tapi ternyata berbahaya,” katanya.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM pun memberikan tanggapannya.
    Ia meminta kepada masyarakat untuk bisa menjadi konsumen yang cerdas.
    “Agar dapat melindungi diri dari produk pangan yang bersifat tidak baik kepada kesehatan. Keputusan membeli atau tidak membeli itu ada di diri sendiri. Dan jika ada menemukan berbagai penyimpangan, bisa segera melaporkan kepada kami langsung,” tuturnya.

    Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM berpesan agar masyarakat tidak mudah untuk diiming-imingi.
    “Kita memilih masyarakat tertentu untuk jadi agent of change dan itu langsung di wilayah mereka. Jangan sampai mudah dipengaruhi, itu yang kita harapkan,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    AminahOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Udara di dalam rumah tidak selalu bersih meski ruangan terlihat rapi dan…

    Diet Tanpa Tersiksa, Haruskah Beralih ke Minuman Diet atau Cukup Air Putih?

    Oktober 18, 2026

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.