Insitekaltim, Samarinda – Baru sekitar tiga bulan berdiri, tempat les piano privat Yose Music di Kota Samarinda sudah menunjukkan kiprah melalui prestasi peserta didiknya di berbagai kompetisi musik tingkat nasional hingga internasional.
Yose Music yang berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 5 Kota Samarinda mulai beroperasi pada pertengahan Mei 2026. Dalam waktu relatif singkat, lembaga pendidikan musik tersebut telah membina sejumlah peserta untuk mengikuti kompetisi piano.
Pada Lumina Signature Piano Festival 2026 tingkat nasional yang berlangsung pada awal Juli, tujuh peserta binaan Yose Music berhasil membawa pulang enam medali perak dan satu medali perunggu.
Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada IOMF Award tingkat internasional pada akhir Juli. Peserta binaan Yose Music berhasil meraih empat penghargaan emas, empat perak, dan tiga diamond.
Pengajar sekaligus person in charge Yose Music, Yofi Irvan Vivian, mengatakan pencapaian tersebut tidak hanya dibangun melalui kemampuan memainkan piano, tetapi juga melalui proses pembelajaran musik yang terstruktur. Dia juga menjelaskan mengenai kegiatannya sebagai pengajar privat piano dr Tahun 2015 sampai awal tahun 2026 di Nada Music Course. Proses belajar-mengajar privat musik yg lebih dari 1 dekade ini memberikan juga pengalaman musikal yg dapat diterapkan di Yose Music.
“Para siswa terlebih dahulu ditempa melalui kemampuan membaca notasi, kepekaan pendengaran, solfeggio, ketepatan tempo, koordinasi tangan, hingga kedisiplinan menggunakan metronom,” ujar Yofi Rabu, 26 Agustus 2026 di kediamannya.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembelajaran adalah membangun dasar musikal peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu memainkan sebuah lagu, tetapi juga memahami unsur-unsur musik yang terdapat di dalamnya.
Hal menarik lainnya, Yose Music didukung tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan musik dan seni secara akademis. Para instruktur tidak hanya mengandalkan pengalaman bermain secara otodidak, tetapi memiliki bekal pendidikan formal, mulai dari jenjang sarjana hingga magister di bidang seni dan musik.
Yofi menilai latar belakang pendidikan tersebut penting karena kemampuan seorang pengajar bukan hanya mengenai keterampilan memainkan instrumen. Pengajar juga perlu memahami metode pembelajaran, psikologi peserta didik, serta bagaimana materi musik dapat disampaikan sesuai karakter masing-masing siswa.
“Skill memang utama di dalam dunia musik, namun bagaimana metode psikologi maupun metode metronom yang digunakan pengajar dapat diterima dan menjadi ruh keberhasilan terbentuknya karakter murid ke depan berkaitan dengan seni musik,” jelasnya.
Dalam pembelajaran piano, siswa tidak hanya berlatih menghasilkan nada melalui tuts. Mereka juga belajar membaca partitur, memahami ritme dan tempo, melatih koordinasi kedua tangan,b mendengarkan ketepatan nada, serta membangun interpretasi terhadap karya yang dimainkan.
Untuk menunjang proses tersebut, Yose Music memiliki enam piano upright dan satu grand piano akustik dari Jepang. Fasilitas tersebut digunakan agar peserta mendapatkan pengalaman bermain instrumen secara langsung selama proses latihan.
Ke depan, Yose Music berencana kembali mengikutsertakan peserta didiknya dalam sejumlah kompetisi. Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membangun musikalitas dan karakter anak-anak Samarinda melalui pendidikan musik yang terarah.

