Insitekaltim, Samarinda – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Kalimantan Timur (Kaltim) Aji Mirni Mawarni menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari lemahnya sistem pemasaran, pengemasan produk hingga sulitnya memperoleh permodalan dari perbankan.
Menurut Mirni persoalan tersebut perlu mendapat perhatian melalui pelatihan dan kemudahan akses permodalan. Ia menyebut dirinya tengah berupaya mendorong adanya program pelatihan dari pemerintah pusat bagi pelaku UMKM di Kaltim.
“UMKM ingin didorong, ternyata permasalahannya banyak juga. Pertama, salah satunya sistem marketing kita masih lemah di para UMKM. Kemudian sistem pengemasan juga masih kurang. Jadi memang perlu adanya pelatihan-pelatihan,” kata Mirni, Kamis, 27 Agustus 2026, saat berada di PWI Kaltim.
Selain peningkatan kemampuan pemasaran dan pengemasan Mirni menilai akses permodalan juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Berdasarkan penelusurannya, pelaku UMKM masih mengalami kesulitan ketika hendak memperoleh modal secara langsung dari perbankan.
“Permodalan ini ketika saya cek susah sekali UMKM itu mendapatkan permodalan langsung dari bank,” ujarnya.
Sebagai salah satu alternatif Mirni mendorong pelaku UMKM membentuk koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam. Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi salah satu jalan agar akses pembiayaan melalui perbankan dapat disalurkan kepada pelaku UMKM melalui koperasi.
Namun ia mengakui pembentukan koperasi membutuhkan proses yang tidak sederhana. Mulai dari memastikan sistem iuran berjalan hingga memastikan anggota tidak memiliki persoalan utang dengan pihak perbankan.
“Padahal pelaku UMKM butuh modal cepat dan langsung. Kita lagi cari solusi, mudah-mudahan ke depan permodalan ini tidak sesulit seperti biasanya,” jelas Mirni.
Di sisi lain Mirni juga mendorong generasi muda Kaltim membangun pola pikir kewirausahaan. Ia meminta anak muda tidak menjadikan usaha sekadar sebagai batu loncatan sembari menunggu pekerjaan.
Menurutnya usaha yang dirintis perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh karena dapat berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Mulai sekarang anak-anak muda Kaltim itu jangan berpikir batu loncatan lagi. Kalau punya usaha itu saja. Ketika menjalankan sesuatu usaha jangan cuma menjadi batu loncatan, tapi benar-benar sungguh-sungguh,” tegasnya.
Mirni menilai usaha sederhana seperti jasa pengetikan maupun kedai kopi juga dapat menjadi awal bagi anak muda untuk membangun usaha sendiri.
Menurutnya hal terpenting adalah keseriusan dalam menjalankannya dan tidak memandang usaha tersebut hanya sebagai pilihan sementara.

