Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    Agustus 24, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Food»Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery
    Food

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    R’syaBy R’syaAgustus 24, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Salt bread atau shio pan, roti asal Jepang yang dikenal dengan perpaduan rasa gurih, aroma mentega, serta tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam. Roti ini kini menjadi salah satu tren bakery yang berkembang di berbagai negara (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dunia bakery kembali diramaikan oleh roti dengan tampilan sederhana. Salt bread atau shio pan yang berasal dari Jepang kini tidak hanya menjadi bagian dari budaya bakery Asia, tetapi mulai mendapatkan perhatian di berbagai negara.

    Perkembangannya cukup menarik. Salt bread dikenal lebih dulu di Jepang, kemudian popularitasnya meningkat di Korea Selatan pada awal 2020-an. Dari sana, roti tersebut ikut menyebar melalui budaya kafe dan media sosial hingga mulai masuk ke pasar bakery Amerika Serikat.

    Perjalanan tersebut membuat salt bread kini dipandang lebih dari sekadar tren makanan sesaat. Sejumlah bakery bahkan mulai menjadikannya sebagai produk utama, dengan menawarkan versi klasik maupun kreasi baru.

    Lantas, apa yang membuat roti sederhana ini menarik?

    Salah satu jawabannya ada pada cara salt bread dibuat. Adonan roti digulung mengelilingi potongan mentega sebelum dipanggang. Ketika berada di dalam oven, mentega meleleh dan menghasilkan bagian bawah roti yang renyah, sekaligus membentuk rongga di bagian tengah.

    Hasilnya adalah perpaduan yang cukup berbeda dari roti biasa. Bagian dalam tetap lembut, sementara bagian bawah memberikan sensasi garing dengan aroma mentega yang kuat.

    Karakter tersebut juga membuat salt bread mudah diterima sebagai makanan yang bisa dinikmati tanpa tambahan rumit. Versi klasiknya cukup mengandalkan adonan, mentega dan garam. Namun, bentuk dasarnya memungkinkan bakery mengembangkan berbagai varian sesuai selera pasar.

    Di Korea Selatan, perkembangan salt bread bahkan melahirkan toko-toko yang secara khusus menjual roti tersebut. Popularitasnya kemudian ikut mendorong munculnya berbagai varian rasa dan isian.

    Media sosial turut memainkan peran dalam perjalanan salt bread. Potongan video yang memperlihatkan roti dibelah atau disobek dapat menampilkan rongga serta mentega yang meleleh di dalamnya. Karakter visual semacam ini membuat pengalaman menyantap roti bisa diterjemahkan menjadi konten yang menarik.

    Tren tersebut kini mulai terlihat di Amerika Serikat. Pada 2026, sejumlah bakery di New York dan wilayah Bay Area mulai menawarkan salt bread, bahkan beberapa di antaranya menjadikannya sebagai produk yang menjadi daya tarik utama.

    Perkembangan itu membuat salt bread mulai dibandingkan dengan croissant. Keduanya sama-sama menawarkan rasa buttery dan tekstur yang menarik, tetapi proses pembuatannya berbeda. Salt bread tidak membutuhkan proses laminasi berlapis seperti croissant karena mentega ditempatkan di dalam adonan sebelum dipanggang.

    Menariknya, perkembangan salt bread tidak berhenti pada resep klasik. Bakery di Amerika mulai mengolahnya dengan bahan lokal maupun rasa yang lebih beragam, seperti ube, wijen hitam, keju krim, hingga isian gurih. Ini menunjukkan bagaimana satu jenis roti dapat berubah mengikuti karakter pasar tanpa kehilangan bentuk dasarnya.

    Perjalanan shio pan menjadi gambaran bagaimana tren kuliner modern bekerja. Sebuah makanan dapat berangkat dari tradisi bakery lokal, kemudian mendapatkan momentum dari budaya kafe dan media sosial sebelum akhirnya diterjemahkan kembali oleh pelaku kuliner di negara lain.

    Salt bread pun kini bukan lagi sekadar roti asin dengan mentega. Perkembangannya menunjukkan bahwa makanan sederhana dapat memperoleh tempat baru ketika memiliki karakter rasa, tekstur, dan tampilan yang mudah dikenali.

     

    Jepang Makanan Salt Bread
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Tak Harus Serba Merah-Putih, Begini Cara Tampil Stylish Saat 17-an

    Agustus 8, 2026

    5 Tanda Social Battery Habis, Kenali Bedanya dengan Antisosial

    Juli 11, 2026

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    R’syaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dunia bakery kembali diramaikan oleh roti dengan tampilan sederhana. Salt bread atau…

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026
    1 2 3 … 3,293 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.