Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Saefuddin Zuhri mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan perguruan tinggi semata-mata sebagai tempat untuk mengejar gelar akademik. Menurutnya, masa kuliah harus menjadi proses membentuk pola pikir, karakter dan kepedulian terhadap persoalan di masyarakat.
“Beranjak dari siswa menjadi mahasiswa bukan hanya sebagai peserta didik. Kalian sudah mulai menjadi pemikir, pencari kebenaran, menciptakan gagasan, menggerakkan masyarakat dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya saat memberikan orasi ilmiah sekaligus membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda di Auditorium 22 Dzulhijah, Kampus II UINSI Samarinda, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam orasinya yang mengangkat tema “Kuliah Bukan Hanya tentang Mendapatkan Gelar, tetapi tentang Mempersiapkan Diri Menjadi Manusia yang Bermanfaat”, Saefuddin mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan ketika masih menjadi siswa.
Ia menilai perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa juga harus diikuti perubahan cara berpikir. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami materi akademik, tetapi mampu melihat persoalan di lingkungan sekitar dan mencari gagasan untuk memberikan solusi.
Hal itu, lanjut Saefuddin, berkaitan dengan tema PBAK FUAD 2026 yakni Reorientasi Ideologi Mahasiswa FUAD dengan Meningkatkan Integritas untuk Kreativitas Tanpa Batas”. Ia menekankan bahwa reorientasi bukan berarti meninggalkan nilai yang telah dimiliki, melainkan memperbarui cara berpikir agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
“Dunia berubah, maka cara berpikir juga harus berkembang. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menuturkan, perkembangan teknologi dan era digital menuntut mahasiswa memiliki kemampuan beradaptasi. Namun, kemampuan tersebut tetap harus dibarengi integritas dan prinsip agar kreativitas yang dikembangkan tidak kehilangan arah.
Ia juga mendorong mahasiswa agar ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jadilah mahasiswa yang ilmunya tinggi, akhlaknya mulia, pikirannya terbuka, kreativitasnya tanpa batas, dan hatinya selalu berpihak pada kemajuan masyarakat,” pesannya.
Dekan FUAD UINSI Samarinda M. Abzar D. menyebut jumlah mahasiswa di fakultas tersebut pada 2026 mencapai 280 orang. Ia berharap kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda dalam kegiatan tersebut dapat memberikan semangat bagi mahasiswa dalam menjalani proses akademik dan kemahasiswaan.

