Insitekaltim, Samarinda – Mobil Donor Darah DORAMI RS IA Moeis Samarinda telah mengumpulkan sekitar 300 kantong darah hingga 12 Agustus 2026. Capaian tersebut mendekati target pengumpulan sebanyak 500 kantong darah setiap bulan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, capaian tersebut diperoleh melalui kegiatan donor darah yang digelar secara bergerak di sejumlah lokasi. DORAMI memang dirancang untuk mendekatkan layanan donor darah kepada masyarakat.
“Target 500 kantong darah per bulan,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pada 12 Agustus 2026, layanan DORAMI hadir dalam kegiatan donor darah di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow donor darah dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sebelumnya, roadshow DORAMI telah menyambangi Rutan Samarinda, Seraungroup/HIPPI Kutai Barat, Kantor BPK Kaltim, serta Labkesda dan Bapelkes/Hotel Pandurata.
Rangkaian kegiatan akan kembali digelar di Perusda MBS atau Mal Lembuswana pada 14 Agustus, OJK pada 17 Agustus, Kecamatan Samarinda Seberang pada 19 Agustus, Kelurahan Teluk Lerong pada 23 Agustus, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada 27 Agustus.
Ismid menerangkan layanan donor melalui DORAMI tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai instansi yang menjadi lokasi roadshow. Masyarakat umum juga dapat berpartisipasi, salah satunya pada kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Samarinda Seberang.
Menurut Ismid, ketersediaan stok darah di RS IA Moeis saat ini masih aman. Kebutuhan tersebut dipenuhi melalui produksi internal rumah sakit serta dukungan dari PMI Samarinda.
Meski demikian, kebutuhan darah di fasilitas kesehatan tetap harus dipenuhi secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan donor darah terus didorong untuk menjaga ketersediaan kantong darah bagi pasien yang membutuhkan.
“DORAMI memang program mobile donor darah untuk mempermudah masyarakat melakukan donor,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan konsep layanan bergerak, DORAMI mendatangi berbagai lokasi sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendonorkan darah tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

