Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Dishub Samarinda Perketat Parkir di Teras Tahap II, Median Jalan Bakal Dipagar

    Agustus 10, 2026

    Usaha di Kawasan Rawan Bencana Samarinda Bakal Wajib Susun Analisis Risiko

    Agustus 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser
    Kesehatan

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    R’syaBy R’syaAgustus 10, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tumpukan kayu, sampah dan tanaman air terlihat memenuhi tepian Sungai Mahakam di kawasan Teras Samarinda. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan sampah yang terbawa arus sungai (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan tumpukan kayu, rumput dan sampah yang berada di alur sungai sekitar kawasan Pasar Pagi membutuhkan penanganan lebih lanjut. Material yang mulai memadat hingga menyerupai pulau tidak cukup hanya digeser ke tengah sungai karena berpotensi kembali terbawa air pasang.

    “Kalau hanya digeser ke tengah saja, nanti pas pasang bisa kembali lagi. Jadi percuma kita kerjakan itu. Itu perlu secara teknis perencanaan khusus untuk penanganannya,” ujarnya usai meninjau Teras Samarinda, Senin, 10 Agustus.

    Menurutnya, persoalan tersebut berbeda dengan sampah yang berada di pinggir sungai dan dapat dibersihkan secara massal. Untuk material yang sudah menumpuk dan cenderung padat, diperlukan penanganan dengan metode serta peralatan yang sesuai agar material benar-benar dapat dikeluarkan dari alur sungai.

    “Kalau ada segala macam, kayu, kemudian ada beberapa sampah yang menumpuk, yang bahkan cenderung sudah mulai padat, kayak menjadi pulau gitu, itu perlu penanganan yang sejangka panjang,” tegasnya.

    Suwarso menyampaikan penanganan material tersebut juga berkaitan dengan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan. Karena itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan BWS untuk membahas langkah penanganan bersama, termasuk aspek teknis hingga kebutuhan anggaran.

    Ia menjelaskan, material yang sudah menumpuk tidak bisa hanya dipindahkan ke bagian lain di dalam sungai. Jika tidak diangkut keluar, material tersebut berpotensi kembali terbawa arus dan menumpuk saat kondisi air pasang.

    “Kalau dibuang kan, kalau hanya digeser ke tengah saja, nanti pas pasang bisa kembali lagi. Jadi percuma kita kerjakan itu,” jelasnya.

    Sementara untuk sampah yang berada di pinggir sungai, pembersihan dijadwalkan dilakukan mulai Jumat secara bersama-sama dengan sejumlah unsur pemerintah daerah. BPBD akan bekerja bersama Dinas Lingkungan Hidup, BUD, BOPR, Damkar, dan unsur lainnya.

    Selain pembersihan, Pemkot Samarinda juga menyiapkan langkah pencegahan agar material dari luar tidak kembali masuk ke alur sungai. Salah satunya dengan memasang pembatas di bagian muara.

    “Di ujungnya muara sungai ini kita mau pasang semacam besi pembatas atau wermes. Kita pasang juga supaya tidak masuk kembali,” tuturnya.

    Ia menegaskan, pembersihan sampah di pinggir sungai dan penanganan tumpukan material di dalam alur merupakan dua hal yang berbeda. Pembersihan dapat dilakukan sebagai langkah awal, sementara material yang sudah memadat membutuhkan perencanaan khusus agar penanganannya tidak menjadi pekerjaan berulang.

    “Jadi itu perlu secara teknis perencanaan khusus untuk penanganannya,” pungkasnya.

     

    BPBD Samarinda Pemkot Samarinda Sampah Sungai Mahakam Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Dishub Samarinda Perketat Parkir di Teras Tahap II, Median Jalan Bakal Dipagar

    Agustus 10, 2026

    Usaha di Kawasan Rawan Bencana Samarinda Bakal Wajib Susun Analisis Risiko

    Agustus 10, 2026

    Pemkot Belum Mau Terima Penuh Teras Samarinda, Kontraktor Diminta Benahi Sejumlah Catatan

    Agustus 10, 2026

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    4.047 Bendera Dibagikan di Kaltim, Kesbangpol Ajak Warga Kibarkan Merah Putih

    Agustus 9, 2026

    Turun ke Pesisir hingga Pedalaman, Rudy Mas’ud Dapat Apresiasi LPM RI

    Agustus 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    R’syaAgustus 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan tumpukan kayu,…

    Dishub Samarinda Perketat Parkir di Teras Tahap II, Median Jalan Bakal Dipagar

    Agustus 10, 2026

    Usaha di Kawasan Rawan Bencana Samarinda Bakal Wajib Susun Analisis Risiko

    Agustus 10, 2026

    PAN-NasDem Minta Empat Raperda Kaltim Tak Tumpang Tindih Kewenangan

    Agustus 10, 2026

    Bukan Sekadar Lomba, SDN 010 Samarinda Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Lewat HUT RI

    Agustus 10, 2026
    1 2 3 … 3,269 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.