Insitekaltim, Samarinda – Sebagai upaya meningkatkan daya tarik pasar rakyat, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, berencana menghadirkan kafe di area rooftop Pasar Pagi.
Kawasan di lantai paling atas pasar itu, akan mengusung konsep kuliner dengan panorama Sungai Mahakam sebagai daya tarik utama.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, usulan pemanfaatan rooftop tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda.
Menurutnya, kawasan di lantai paling atas, Pasar Pagi memiliki potensi besar. Karena menyuguhkan panorama, Sungai Mahakam dan lanskap perkotaan.
“Saya sudah mengusulkan agar rooftop Pasar Pagi dimanfaatkan menjadi kafe. View-nya sangat bagus menghadap Sungai Mahakam, sehingga punya daya tarik tersendiri,” ujarnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Marnabas menjelaskan, konsep tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah. Untuk meningkatkan kunjungan ke pasar rakyat, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, kehadiran kawasan kuliner di rooftop akan membuka segmen pasar baru yang menyasar generasi muda, terutama pada malam hari.
“Kalau ada rooftop ini, yang datang bukan hanya masyarakat yang berbelanja di pasar, tetapi juga anak-anak muda. Mereka bisa menikmati suasana malam dengan pemandangan Sungai Mahakam,” katanya.
Ia mengungkapkan, sejak awal bangunan Pasar Pagi memang telah dirancang dengan akses lift hingga lantai enam sebagai penunjang pengembangan kawasan rooftop.
Sementara akses langsung ke lantai tujuh, masih akan disesuaikan. Dengan pertimbangan keamanan dan perkembangan aktivitas pengunjung.
“Kalau nanti ramai dan semuanya sudah siap, bukan tidak mungkin akses sampai rooftop akan dibuka penuh,” tambahnya.
Selain meningkatkan daya tarik Pasar Pagi, Marnabas optimistis kawasan kuliner tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Samarinda.
Berdasarkan paparan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sektor penyediaan makanan dan minuman. Menjadi salah satu penyumbang terbesar penerimaan daerah.
Bahkan, realisasi penerimaan sektor tersebut telah melampaui target meski tahun anggaran baru memasuki pertengahan tahun.
“Karena itu, pemerintah akan terus mendorong tumbuhnya pusat-pusat kuliner yang mampu menarik masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” pungkasnya.

