Insitekaltim, Samarinda – Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kondisi perekonomian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi naik turunnya angka kriminalitas di Kota Samarinda, meski secara umum situasi kamtibmas masih terkendali.
“Kriminalitas di Samarinda memang naik turun, kadang ada peningkatan tapi kadang juga ada penurunan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah perekonomian. Memang kita melihat dengan berkurangnya aktivitas di bidang pertambangan dan beberapa bidang pekerjaan lainnya, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Akhirnya berdampak pada perekonomian sehingga mungkin ada juga yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan, misalnya tindak pidana pencurian ataupun kejahatan lainnya,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 17 Juli 2026.
Meski demikian, Hendri menegaskan secara keseluruhan belum terjadi peningkatan kriminalitas yang signifikan di Kota Samarinda. Menurutnya, setiap kejadian yang menonjol selalu ditindaklanjuti dengan cepat melalui kolaborasi antara Polri, TNI, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pemerintah di tingkat kelurahan.
“Semuanya masih dapat kita kendalikan. Setiap ada permasalahan atau kejadian menonjol langsung kita tindak lanjuti agar embrio permasalahan bisa segera diselesaikan dan tidak berkembang menjadi lebih besar,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Kecamatan Samarinda Ulu dan Sungai Pinang masih menjadi dua wilayah dengan angka kriminalitas yang cukup tinggi. Namun, kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Hendri menyebut tindak pidana yang paling dominan saat ini masih didominasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), disusul pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas).
Untuk menekan angka kriminalitas, Polresta Samarinda mengoptimalkan upaya preemtif melalui pembinaan yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa. Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, kepolisian juga mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Di sisi lain, upaya preventif dilakukan dengan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan kriminalitas, terutama di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
“Kejahatan muncul karena ada niat dan kesempatan. Kalau niat ada tetapi kesempatan tidak ada karena melihat polisi dan TNI rutin berpatroli, tentu potensi kejahatan bisa dicegah,” jelasnya.
Sementara dari sisi represif, Hendri memastikan setiap tindak pidana yang terjadi akan ditangani secara maksimal. Ia mencontohkan kasus perampokan di Sungai Pinang yang berhasil diungkap jajaran Polresta Samarinda dalam waktu kurang dari 24 jam.

