Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim
    Ekonomi

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    IraBy IraJuli 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Daya beli masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dampak penyesuaian kebijakan produksi batu bara yang berimbas pada perekonomian daerah.

    Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih, dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

    Heni menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi turunnya daya beli adalah penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan yang berdampak terhadap meningkatnya PHK.

    Di sisi lain, harga berbagai komoditas, termasuk bahan pokok, terus mengalami kenaikan akibat tingginya biaya distribusi, impor, serta dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

    “Pendapatan masyarakat relatif tetap, tetapi harga-harga kebutuhan terus meningkat. Akibatnya, jarak antara penghasilan dan kebutuhan yang harus dipenuhi semakin besar. Itu yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun,” ujar Heni.

    Ia menggambarkan, kondisi tersebut melalui kemampuan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Jika sebelumnya dengan nominal uang yang sama masyarakat dapat membeli 10 kilogram beras, kini jumlah yang diperoleh hanya sekitar lima kilogram.

    Menurutnya, penurunan daya beli otomatis berdampak pada berkurangnya permintaan terhadap berbagai komoditas. Dalam mekanisme pasar, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pasokan dan pergerakan harga.

    “Kalau permintaan turun, tentu suplai akan menyesuaikan. Itu hukum ekonomi, permintaan dan penawaran saling memengaruhi,” katanya.

    Selain itu, Heni menilai berbagai kebijakan yang sedang dievaluasi pemerintah, termasuk pada sektor distribusi pangan, juga dapat memengaruhi tingkat permintaan masyarakat terhadap bahan pokok.

    Meski demikian, ia melihat masyarakat mulai melakukan berbagai upaya untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Salah satunya melalui penerapan urban farming atau pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sendiri.

    “Sekarang masyarakat juga semakin pintar. Urban farming mulai banyak dilakukan sehingga sebagian kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari lingkungan sendiri,” pungkasnya.

     

    Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih Kebutuhan Pokok PHK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.