Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Disiplin Berlatih Berbuah Prestasi, Atlet Cilik Taekwondo Samarinda Terus Ukir Pencapaian

    Juli 3, 2026

    Anggaran Pariwisata Samarinda Mengenaskan, Komisi II DPRD Usul Pemisahan OPD

    Juli 3, 2026

    Disdikbud Samarinda Sebut 32 Siswa Aduan TRC PPA Belum Tentu Masuk SMP Negeri Dekat Rumah

    Juli 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting
    Kesehatan

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Melalui penanganan yang tepat, bayi yang telanjur lahir dengan kondisi stunting masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih sehat.

    Karenanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, bayi yang telah mengalami stunting tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan.

    Jaya menegaskan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan bayi.

    “Makanan yang paling cocok untuk bayi yang lahir dengan risiko stunting adalah air susu ibu. Selama enam bulan pertama cukup diberikan ASI eksklusif,” katanya.

    Pemerintah akan melakukan berbagai intervensi, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terus dipantau serta diperbaiki.

    “Kalau yang sudah stunting tentu dilakukan intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, pengobatan apabila anak sakit, hingga pemantauan kesehatannya secara berkala,” ujar Jaya, Jumat, 3 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting umumnya memiliki risiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit. Karena itu, selain pemenuhan nutrisi, imunisasi dasar lengkap juga wajib diberikan sebagai perlindungan terhadap penyakit menular.

    Menurutnya, bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Merupakan kelompok yang berisiko mengalami stunting, sehingga membutuhkan perhatian khusus sejak hari-hari pertama kelahiran.

    Dinas Kesehatan Kaltim, juga terus mengampanyekan pentingnya ibu menyusui tetap memberikan ASI meski telah kembali bekerja.

    Salah satunya melalui edukasi mengenai teknik memerah atau pumping ASI agar dapat disimpan dan diberikan kepada bayi saat ibu berada di tempat kerja.

    Selain itu, Jaya mendorong seluruh instansi pemerintah maupun swasta menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

    Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar para ibu tetap dapat memerah ASI atau menyusui bayinya dengan nyaman.

    “Kami ingin masyarakat dan tempat kerja memberikan ruang bagi ibu menyusui. Ketika mereka perlu memerah ASI atau menyusui anaknya, harus diberikan kesempatan karena itu sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

    Dinkes Kaltim Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Jaya Mualimin Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026

    Deteksi Dini, Kunci Menekan Penularan HIV dan TBC

    Juli 2, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026

    Pengguna Narkoba Bukan Sekadar Dipenjara, Tapi Harus Direhabilitasi

    Juni 30, 2026

    Dinkes Kaltim Tekankan Pentingnya Perencanaan Keluarga Sehat Sejak Pra Nikah

    Juni 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Disiplin Berlatih Berbuah Prestasi, Atlet Cilik Taekwondo Samarinda Terus Ukir Pencapaian

    R’syaJuli 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Latihan rutin yang dijalani atlet-atlet usia dini taekwondo di Dojang Taekwondo mulai…

    Anggaran Pariwisata Samarinda Mengenaskan, Komisi II DPRD Usul Pemisahan OPD

    Juli 3, 2026

    Disdikbud Samarinda Sebut 32 Siswa Aduan TRC PPA Belum Tentu Masuk SMP Negeri Dekat Rumah

    Juli 3, 2026

    Jelang Paripurna Hak Angket 13 Juli, Hamas Isyaratkan Ikuti Sikap Fraksi Golkar

    Juli 3, 2026

    Petani Plasma Nikmati Kenaikan hingga Harga TBS Sawit Rp3.469 per Kilogram

    Juli 3, 2026
    1 2 3 … 3,188 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.