Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda
    Kesehatan

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 1, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya skrining dan penemuan kasus-kasus tuberkulosis (TB) dan HIV, secara dini terus diperkuat. Untuk menekan angka penularan sekaligus mencegah kematian akibat kedua penyakit tersebut.

    Langkah ini ditempuh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, karena kasus tuberkulosis (TB) dan HIV masih didominasi kelompok usia produktif.

    Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, kelompok usia produktif. Menjadi kelompok yang paling rentan, terpapar TB maupun HIV.

    “Kalau dari data yang ada, baik TB maupun HIV itu didominasi usia produktif, sekitar usia 20 hingga 40 tahun,” ujarnya.

    Meski belum merinci wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di Samarinda. Ismid menegaskan, Dinkes akan terus mengoptimalkan penemuan kasus melalui skrining agar pasien bisa segera mendapatkan pengobatan.

    Ismid menjelaskan, dari 12 indikator SPM bidang kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, hanya terdapat dua penyakit menular yang menjadi prioritas, yakni TB dan HIV.

    Hal itu karena, kedua penyakit tersebut menjadi penyumbang angka kematian akibat penyakit menular tertinggi.

    “Kalau bicara kesehatan, tujuan utamanya adalah mencegah kematian. Penyakit menular dengan angka kematian tertinggi itu adalah TB dan HIV,” jelasnya.

    Karena itu, kita harus mempercepat skrining, menemukan penderita sedini mungkin, lalu segera memberikan pengobatan.

    Ia menambahkan, sepanjang tahun lalu angka kematian akibat TB di Samarinda tercatat mencapai lebih dari 100 kasus. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah, untuk terus memperluas cakupan skrining dan mempercepat penanganan pasien.

    Menurut Ismid, semakin cepat penderita ditemukan dan menjalani pengobatan. Maka peluang penularan kepada masyarakat juga akan semakin kecil.

    Sebab itu, Dinkes Samarinda akan terus menggencarkan deteksi dini sebagai strategi utama dalam pengendalian TB dan HIV di Kota Tepian.

    Hingga Juni 2026, Dinkes Samarinda mencatat telah menemukan 184 kasus baru HIV, dengan 140 pasien telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).

    Sebagian besar kasus masih didominasi penularan melalui hubungan seksual berisiko, khususnya pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).

    Sementara itu, target penanganan TBC di Samarinda pada 2025 mencapai 4.770 kasus dengan realisasi 3.758 kasus atau 79 persen.

    Sementara pada 2026, target meningkat menjadi 5.855 kasus. Hingga Maret, capaian baru menyentuh 732 kasus atau sekitar 13 persen. Juni 2026, realisasi SPM 11 untuk TB telah menyentuh 6.657 kasus atau sekitar 33,4 persen.

     

    Dinkes Samarinda HIV AIDS Ismid Kusasih TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Pengguna Narkoba Bukan Sekadar Dipenjara, Tapi Harus Direhabilitasi

    Juni 30, 2026

    Dinkes Kaltim Tekankan Pentingnya Perencanaan Keluarga Sehat Sejak Pra Nikah

    Juni 29, 2026

    Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang

    Juni 27, 2026

    Penemuan Kasus TB Samarinda Tembus 91 Persen, Skrining Terus Digencarkan

    Juni 26, 2026

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    SittiJuli 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Langkah pemerintah pusat yang gencar menggalakkan tiga pilar strategi pendidikan komprehensif yakni…

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026
    1 2 3 … 3,184 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.