Insitekaltim, Samarinda – IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan langkah baru untuk memperkuat aktivitas kemahasiswaan melalui pembentukan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berorientasi pada prestasi.
Kampus tersebut menargetkan lahirnya lebih banyak atlet, seniman, hingga mahasiswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Rencana itu disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim, Abdul Rozak Fahruddin, di sela pelaksanaan Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026 di Samarinda, Sabtu, 13 Juni 2026.
Selama ini IKIP PGRI Kaltim dikenal memiliki banyak mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga. Namun ke depan, kampus ingin memperluas ruang pengembangan bakat mahasiswa melalui pembentukan UKM yang lebih terstruktur dan permanen.
“Ke depan kami ingin UKM ini benar-benar menjadi wadah pembinaan mahasiswa. Bukan hanya aktif berkegiatan, tetapi juga menghasilkan prestasi yang bisa mengharumkan nama kampus,” kata Rozak.
Sejumlah UKM yang sedang dipersiapkan antara lain karate, pencak silat, basket, bola voli, futsal, hingga klub debat bahasa Inggris. Seluruh kegiatan tersebut akan diformalkan dalam waktu dekat sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu kampus.
Langkah itu dinilai penting karena persaingan antarperguruan tinggi saat ini tidak hanya ditentukan kualitas akademik, tetapi juga capaian mahasiswa di bidang non-akademik.
Rozak menilai prestasi mahasiswa menjadi salah satu indikator yang mampu meningkatkan reputasi sebuah perguruan tinggi di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Perguruan tinggi yang dikenal masyarakat biasanya memiliki prestasi yang kuat. Karena itu kami ingin memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai minat dan potensinya,” ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, kampus berencana melibatkan pelatih profesional dari luar sekaligus memanfaatkan sumber daya dosen yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.
IKIP PGRI Kaltim juga mengklaim telah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang berbagai aktivitas mahasiswa, mulai dari gedung olahraga, lapangan basket, hingga ruang pelatihan untuk kegiatan akademik seperti debat dan pengembangan bahasa asing.
Tantangan berikutnya adalah menemukan dan membina mahasiswa yang memiliki bakat sejak awal agar proses pengembangan prestasi dapat berjalan lebih terarah.
“Kami akan mencari bibit-bibit mahasiswa yang memang memiliki minat dan potensi. Setelah itu dibina secara berkelanjutan agar mampu bersaing di berbagai kompetisi,” katanya.
Selain olahraga, kampus juga mulai melirik pengembangan sektor seni dan kemampuan akademik kompetitif yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.
Hal itu dilakukan karena IKIP PGRI Kaltim tidak ingin hanya dikenal sebagai kampus penghasil atlet, tetapi juga mampu mencetak mahasiswa berprestasi di berbagai bidang.
“Kami ingin prestasi mahasiswa tidak hanya lahir dari olahraga. Seni, debat, dan kompetensi lainnya juga harus tumbuh. Itu yang sedang kami siapkan,” ujar Rozak.
Ia optimistis keberadaan UKM yang lebih aktif dan terorganisasi akan menjadi salah satu modal penting bagi IKIP PGRI Kaltim untuk memperkuat daya saing sekaligus menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Target akhirnya mahasiswa berkembang, kampus berprestasi, dan masyarakat semakin mengenal IKIP PGRI Kaltim sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan talenta-talenta unggul,” pungkasnya.

