Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Deni Minta Pemkot Samarinda Aktif Tangani Kabut Asap dan Cegah Karhutla

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden
    Samarinda

    Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden

    AminahBy AminahMei 24, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bejo, sapi berbobot 1,07 ton asal Samarinda terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Iduladha 1447 H. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seekor sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton milik peternak asal Kelurahan Tanah Merah, Kota Samarinda, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

    Sapi jenis Brahman Cross silangan simental itu diberi nama Bejo oleh pemiliknya Mujianto peternak sapi sekaligus Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI Borneo).

    Mujianto mengaku tidak pernah menyangka sapinya akan dipilih menjadi hewan kurban presiden. Bahkan sehari sebelum dihubungi Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, sapi tersebut sempat ditawar pengusaha dengan harga lebih tinggi.

    “Alhamdulillah saya ucapkan puji syukur kepada Allah. Saya juga tidak pernah menyangka kalau terpilih jadi sapi presiden,” ujarnya saat ditemui di kandang, Minggu, 24 Mei 2026.

    Ia menceritakan, sehari sebelum menerima telepon dari dinas, Bejo hampir saja dilepas ke pembeli lain. Namun rencana itu dibatalkan setelah mendapat informasi bahwa Presiden membutuhkan sapi berbobot di atas satu ton.

    Mujianto mengaku langsung menyetujui permintaan tersebut dan memilih mengikuti ketentuan pemerintah terkait harga pembelian sapi kurban bantuan presiden.

    “Kalau saya masalah harga ya menyesuaikan saja. Karena ini dibutuhkan oleh Bapak Presiden, saya ngikuti aturan yang ada,” ucapnya.

    Dirawat Lima Tahun, Sempat Sulit Adaptasi

    Bejo diketahui berasal dari Sulawesi dengan bobot awal sekitar 900 kilogram sebelum akhirnya dipelihara di Samarinda selama kurang lebih lima tahun.

    Namun proses perawatan sapi tersebut tidak berjalan mudah. Mujianto mengaku sempat frustrasi karena Bejo sulit beradaptasi setelah tiba di kandangnya.

    “Datang di sini satu minggu itu enggak mau makan. Berdiri terus. Makan enggak mau, minum enggak mau. Sampai selama tiga bulan saya kayak orang frustrasi,” ungkapnya.

    Ia bahkan mencoba berbagai cara agar sapi tersebut mau makan, mulai dari memberikan ampas tahu, batang pisang hingga singkong. Namun hasilnya tetap minim.

    “Tulang iganya kelihatan waktu itu ngedrop sekali. Tapi alhamdulillah semua ada hikmahnya. Dari kesabaran akhirnya berbuah Bejo yang sekarang lagi viral,” katanya.

    Nama Bejo sendiri dipilih sebagai simbol harapan keberuntungan. Ia sejak awal berharap sapi itu suatu hari bisa menjadi hewan kurban istimewa.

    “Kalau memang nanti kamu bisa menjadi sapi kurban ada cita-cita sih waktu itu. Makanya saya kasih nama Bejo. Mudah-mudahan membawa keberuntungan,” ujarnya.

    Perawatan Khusus dan Pakan Fermentasi

    Sebagai sapi berbobot jumbo, Bejo mendapat perhatian khusus terutama pada kesehatan kaki, kestabilan tubuh, dan kebersihan kandang.

    Seluruh sapi di kandangnya diperlakukan sama, namun sapi berukuran besar membutuhkan pengawasan lebih intensif agar tidak mudah sakit.

    “Kalau sapi besar itu kita harus selalu menjaga kukunya dan kestabilan tubuhnya supaya stabil makan dan tidak mudah sakit,” katanya.

    Ia juga menggunakan pakan berupa konsentrat dan rumput fermentasi untuk mengurangi bau kandang sekaligus menjaga kesehatan ternak.

    “Kenapa rumput difermentasi? Supaya aroma kandang itu tidak menyengat. Karena kandang ini dekat lingkungan masyarakat,” jelasnya.

    Menurutnya, pakan ternak sebagian besar dibudidayakan sendiri untuk memastikan kualitas dan bebas pestisida.

    “Kalau kita tanam sendiri lebih aman. Kita juga bisa panen kapan saja,” ujarnya.

    Selain itu, Bejo rutin mendapat suntikan vitamin setiap satu setengah bulan sekali untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

    “Setiap satu bulan setengah saya kasih vitamin. Saya pakai Cardiofit,” katanya.

    Sudah Tiga Kali Sapi Kandangnya Dipilih untuk Kurban Presiden

    Mujianto menyebut pemilihan Bejo bukan kali pertama sapi dari kandangnya menjadi hewan kurban bantuan presiden. Sebelumnya, dua sapi miliknya juga pernah dipilih pada masa Presiden Joko Widodo.

    “Kalau yang sekarang ini berarti sudah ketiga kali. Pak Jokowi dua kali, sekarang ini,” ungkapnya.

    Saat ini Bejo telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan sampel darah, vaksinasi, dan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dikirim sebagai hewan kurban bantuan presiden.

    Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di kawasan Islamic Center Samarinda pada Hari Raya Iduladha mendatang.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Deni Minta Pemkot Samarinda Aktif Tangani Kabut Asap dan Cegah Karhutla

    Ratu ArifanzaOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar meminta Pemerintah Kota…

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,384 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.