Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memastikan Stadion Segiri Samarinda akan dibenahi agar dapat digunakan Borneo FC untuk berlaga di kompetisi tingkat Asia.
Kepastian itu disampaikan Rudy saat menghadiri acara nonton bareng laga Persijap Jepara melawan Borneo FC bersama ribuan suporter Pusamania di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Minggu, 17 Mei 2026.
Dalam suasana nobar yang dipenuhi atribut oranye khas Pesut Etam, Rudy hadir bersama istrinya, Sarifah Suraidah, dan duduk membaur dengan para pendukung Borneo FC.
Di tengah jalannya pertandingan, suporter memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan langsung aspirasi terkait kondisi Stadion Segiri yang dinilai belum memenuhi standar pencahayaan FIFA.
Perwakilan Pusamania Mario meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim serius membenahi infrastruktur stadion agar Borneo FC tidak harus bermain di luar Pulau Kalimantan saat tampil di kompetisi Asia mendatang.
“Borneo FC menjaga marwah Kaltim. Tapi sayang sekali kalau kita harus main di luar Pulau Kalimantan karena stadion belum memenuhi standar lampu FIFA,” ujar Mario di hadapan Rudy Mas’ud.
Keberhasilan Borneo FC lolos ke kompetisi Asia seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap klub kebanggaan masyarakat Kaltim tersebut.
“Jangan sampai tim kebanggaan kita justru bermain di pulau orang karena kandangnya sendiri belum siap,” katanya.
Selain persoalan stadion, suporter juga meminta dukungan sponsor dari perusahaan-perusahaan di Kaltim untuk memperkuat finansial klub, termasuk kemungkinan bonus apabila Borneo FC berhasil meraih gelar juara liga musim ini.
Merespons aspirasi itu, Rudy Mas’ud langsung memberikan sinyal positif. Pemprov akan mengupayakan pembenahan Stadion Segiri, khususnya pada aspek pencahayaan yang menjadi syarat utama pertandingan internasional.
“Kalau hotel ini saja bisa kita hidupkan, apalagi cuma lampunya saja. Bisa, toh?” kata Rudy disambut sorakan suporter.
Rudy menyebut teknis pembenahan stadion akan segera dibahas agar Segiri dapat digunakan Borneo FC dalam agenda kompetisi Asia yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang.
“Nanti teknisnya kami atur bagaimana, yang penting Segiri bisa segera digunakan untuk kegiatan Borneo FC berlaga di Asia nanti,” ujarnya.
Hal itu menjadi angin segar bagi suporter yang sebelumnya khawatir Borneo FC harus menggunakan stadion di luar Kalimantan akibat keterbatasan fasilitas Stadion Segiri.
Persoalan standar lampu stadion memang telah lama menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan regulasi pertandingan AFC dan FIFA.
Di sisi lain, Rudy juga menyinggung dukungan dunia usaha terhadap klub sepak bola daerah. Ia siap membantu mendorong perusahaan-perusahaan di Kaltim ikut terlibat mendukung Borneo FC.
“Kita akan coba bantu komunikasikan terkait sponsor. Yang penting semangatnya tetap menang, menang, dan menang,” katanya.
Meski pertandingan tandang melawan Persijap Jepara berakhir imbang tanpa gol, peluang Borneo FC bersaing di papan atas klasemen BRI Super League masih terbuka. Namun di luar hasil pertandingan, sorotan kini juga tertuju pada kesiapan infrastruktur stadion sebagai syarat penting membawa nama Kaltim tampil di level Asia.

