Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    September 3, 2026

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 14, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Disdikbud Provinsi Kaltim, Armin saat diwawancarai Awak media (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi sarana pendidikan yang belum merata serta kekurangan tenaga pendidik di bidang tertentu masih menjadi persoalan utama dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Permasalahan ini dinilai berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim Armin menegaskan, komitmennya untuk membenahi kondisi tersebut dengan menargetkan tidak ada lagi sekolah dalam kondisi buruk pada 2027

    Menurutnya, kenyamanan lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam menunjang kualitas pembelajaran.

    “Kenyamanan sekolah itu nomor satu. Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik kalau kondisi sekolahnya tidak nyaman,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

    Ia menjelaskan, kewenangan Disdikbud Kaltim mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, sehingga pihaknya bertanggung jawab memastikan seluruh sekolah berada dalam kondisi layak.

    “Kami pastikan ke depan tidak ada lagi sekolah yang jelek. Kalau masih ada, silakan laporkan ke kami untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Selain persoalan infrastruktur, tantangan kekurangan tenaga pendidik, khususnya pada bidang keahlian tertentu. Meski secara jumlah total guru di Kaltim mencapai sekitar 11 ribu orang, distribusi dan kesesuaian bidang masih menjadi kendala.

    “Secara jumlah cukup tapi ada kekosongan di bidang tertentu, terutama guru produktif di SMK,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang masih kekurangan puluhan guru produktif.

    “Di Kukar saja ada kekurangan sekitar 32 guru produktif. Ini jadi tantangan karena tidak mudah mencari tenaga di bidang tersebut,” jelasnya.

    Menurut Armin, salah satu penyebab utama adalah rendahnya minat tenaga profesional untuk beralih menjadi tenaga pengajar, terutama pada bidang spesifik seperti pelayaran.

    “Guru pelayaran misalnya sangat sulit dicari karena mereka lebih memilih bekerja di lapangan dibanding menjadi pengajar,” katanya.

    Lebih lanjut, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pendidik, tetapi juga kualitas yang harus terus ditingkatkan.

    Untuk itu, ia berharap perguruan tinggi, khususnya lembaga pencetak guru, dapat menyesuaikan kurikulum dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kami berharap universitas bisa menyiapkan guru-guru berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan Kaltim,” ujarnya.

    Upaya tersebut dinilai penting seiring target Kaltim untuk meningkatkan standar pendidikan, tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, tetapi juga mampu bersaing secara global melalui pengembangan sekolah unggulan dan sistem pembelajaran bilingual.

    “Kalau kita ingin punya daya saing tinggi, kualitas guru harus ikut ditingkatkan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset didorong tidak hanya digunakan untuk menangani tindak…

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,316 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.