Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 14, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Disdikbud Provinsi Kaltim, Armin saat diwawancarai Awak media (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi sarana pendidikan yang belum merata serta kekurangan tenaga pendidik di bidang tertentu masih menjadi persoalan utama dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Permasalahan ini dinilai berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim Armin menegaskan, komitmennya untuk membenahi kondisi tersebut dengan menargetkan tidak ada lagi sekolah dalam kondisi buruk pada 2027

    Menurutnya, kenyamanan lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam menunjang kualitas pembelajaran.

    “Kenyamanan sekolah itu nomor satu. Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik kalau kondisi sekolahnya tidak nyaman,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

    Ia menjelaskan, kewenangan Disdikbud Kaltim mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, sehingga pihaknya bertanggung jawab memastikan seluruh sekolah berada dalam kondisi layak.

    “Kami pastikan ke depan tidak ada lagi sekolah yang jelek. Kalau masih ada, silakan laporkan ke kami untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Selain persoalan infrastruktur, tantangan kekurangan tenaga pendidik, khususnya pada bidang keahlian tertentu. Meski secara jumlah total guru di Kaltim mencapai sekitar 11 ribu orang, distribusi dan kesesuaian bidang masih menjadi kendala.

    “Secara jumlah cukup tapi ada kekosongan di bidang tertentu, terutama guru produktif di SMK,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang masih kekurangan puluhan guru produktif.

    “Di Kukar saja ada kekurangan sekitar 32 guru produktif. Ini jadi tantangan karena tidak mudah mencari tenaga di bidang tersebut,” jelasnya.

    Menurut Armin, salah satu penyebab utama adalah rendahnya minat tenaga profesional untuk beralih menjadi tenaga pengajar, terutama pada bidang spesifik seperti pelayaran.

    “Guru pelayaran misalnya sangat sulit dicari karena mereka lebih memilih bekerja di lapangan dibanding menjadi pengajar,” katanya.

    Lebih lanjut, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pendidik, tetapi juga kualitas yang harus terus ditingkatkan.

    Untuk itu, ia berharap perguruan tinggi, khususnya lembaga pencetak guru, dapat menyesuaikan kurikulum dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kami berharap universitas bisa menyiapkan guru-guru berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan Kaltim,” ujarnya.

    Upaya tersebut dinilai penting seiring target Kaltim untuk meningkatkan standar pendidikan, tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, tetapi juga mampu bersaing secara global melalui pengembangan sekolah unggulan dan sistem pembelajaran bilingual.

    “Kalau kita ingin punya daya saing tinggi, kualitas guru harus ikut ditingkatkan,” pungkasnya.

    Armin Disdikbud Kukar
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Gratispol Diklaim Berdampak Nyata, Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Kerja

    April 14, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan

    April 14, 2026

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    Ratu ArifanzaApril 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama menyebutkan kunjungan kerja…

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Kuota Haji Samarinda Naik Signifikan, Kesra Siapkan Pembinaan dan Pemberangkatan

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,056 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.